Nasional

Gerai Koperasi Merah Putih Kompak Tutup, Pengelola Kaget Gaji Ada yang Cuma Rp76 Ribu

Gemanusantara.com– Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang sempat digadang-gadang bakal bikin ekonomi desa makin ngebut, kini malah diterpa masalah. Sejumlah gerai di berbagai daerah kompak menghentikan operasional sejak Jumat (3/7/2026) karena para pengelolanya mengaku sudah tak tahan dengan sistem kerja yang dinilai penuh tanda tanya.

Keluhan yang muncul bukan cuma satu. Mulai dari tidak adanya kontrak kerja, aturan operasional yang dianggap masih abu-abu, sampai soal gaji yang bikin geleng-geleng kepala.

Salah satu gerai yang ikut tutup berada di Desa Campurejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Padahal, gerai ini sebelumnya sempat jadi proyek percontohan dan diresmikan langsung dengan kehadiran petinggi TNI.

Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno, membenarkan penghentian operasional tersebut. Menurutnya, para pengelola kecewa karena berbagai persoalan tak kunjung mendapat kepastian dari PT Agrinas Pangan Nusantara.

“Pengelola sudah menghentikan operasional gerai karena banyak persoalan yang belum ada kejelasan, terutama soal upah dan sistem kerja,” kata Edi, dikutip dari Radar Bojonegoro.

Yang paling bikin heboh adalah soal gaji. Para pengelola mengaku awalnya dijanjikan menerima upah sekitar Rp1,4 juta per bulan. Namun saat pembayaran, nominal yang diterima justru berbeda-beda. Bahkan ada yang hanya menerima Rp76 ribu.

Perbedaan gaji itu memicu tanda tanya soal sistem pembayaran dan transparansi pengelolaan program.

Masalahnya tak berhenti di situ. Para pengelola juga mengaku bekerja tanpa kontrak maupun surat perjanjian. Mereka bahkan tidak pernah mendapat penjelasan soal hak, kewajiban, hingga mekanisme penggajian sejak awal bekerja.

Penutupan gerai-gerai ini pun langsung jadi sorotan. Pasalnya, KDKMP sebelumnya dipromosikan sebagai program unggulan untuk menggerakkan ekonomi desa. Jika persoalan ini terus berlarut, bukan tak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut ikut terkikis.

Hingga kini, PT Agrinas Pangan Nusantara belum memberikan penjelasan resmi terkait penutupan sejumlah gerai maupun keluhan yang disampaikan para pengelola. (Nit)

*diolah dari berbagai sumber

Related Articles

Back to top button