SAMARINDA

Disdikbud Samarinda Bangun Sinergi dengan Kemenag untuk Perkuat Pendidikan Pesantren

Kepala Bidang SMP Disdikbud Kota Samarinda, M. Wahidudin

Gemanusantara.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda mulai membangun koordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) guna memperkuat kualitas pendidikan di pondok pesantren. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan, seiring berkembangnya pesantren yang kini juga menyelenggarakan pendidikan formal.

Kepala Bidang SMP Disdikbud Kota Samarinda, M. Wahidudin, mengatakan kolaborasi tersebut diperlukan untuk menyamakan pemahaman mengenai pengelolaan pendidikan di lingkungan pesantren. Menurutnya, meski kewenangan pesantren berada di bawah Kementerian Agama, Disdikbud tetap memiliki peran dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

“Kita harus sinkronisasi dulu pemahaman pesantren itu antara Kemenag dengan Kemendikdasmen. Bukan berarti karena kewenangannya di Kemenag lalu kita tidak bisa berkontribusi. Secara kelembagaan pendidikan, kita juga harus punya andil memperbaiki sistem pendidikan, termasuk di pondok pesantren,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, banyak pondok pesantren di Samarinda yang saat ini tidak hanya menyelenggarakan pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki satuan pendidikan formal mulai jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan koordinasi yang lebih erat antara kedua instansi.

Menurut Wahidudin, pembahasan mengenai bentuk kerja sama akan dilakukan lebih lanjut setelah tahapan sosialisasi selesai. Tujuannya agar program yang disusun benar-benar selaras dengan kebutuhan pendidikan di lingkungan pesantren.

Selain membahas penguatan pendidikan pesantren, Disdikbud juga terus menuntaskan penempatan peserta didik yang belum memperoleh sekolah dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Hingga saat ini, masih terdapat 16 siswa yang belum melapor kepada dinas sehingga belum dapat didistribusikan ke sekolah yang masih memiliki kuota.

“Pokoknya sesegera mungkin akan kita salurkan semuanya. Tinggal 16, karena ada satu yang sudah melapor lagi. Yang 16 itu silakan melapor karena kami akan kesulitan melacak kalau mereka tidak melapor. Kalau sudah melapor, akan langsung kita distribusikan,” katanya.

Wahidudin memastikan kursi di sejumlah sekolah negeri masih tersedia. Penempatan siswa akan diprioritaskan berdasarkan kedekatan domisili agar akses menuju sekolah tetap mudah dijangkau.

“Kuota sekolah masih banyak, asal yang bersangkutan mau masuk ke sekolah. Nanti kita lihat petanya, termasuk rumah yang bersangkutan di mana. Jangan sampai yang tinggal di Samarinda Utara ditempatkan di Loa Janan Ilir. Itu tidak manusiawi. Prioritas kami adalah sekolah yang terdekat,” tegasnya.

Disdikbud berharap sinergi dengan Kementerian Agama dapat memperkuat kualitas pendidikan di pondok pesantren sekaligus melengkapi upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Samarinda secara menyeluruh. (Adv/Sal)

Related Articles

Back to top button