SAMARINDA

Tak Ingin Sekadar Pulih, DPRD Samarinda Usul Wajah Baru Pasar Segiri

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar

Gemanusantara.com — DPRD Kota Samarinda menilai kebakaran yang terjadi di kawasan Pasar Segiri seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan besar terhadap sistem perdagangan tradisional di kota tersebut. Penanganan yang dilakukan dinilai tidak cukup hanya memulihkan aktivitas pedagang, tetapi juga perlu dibarengi penataan kawasan pasar secara menyeluruh dan terarah.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan Pasar Segiri perlu memiliki konsep baru agar fungsi dan pengelolaannya lebih jelas ke depan.

“Pemerintah jangan hanya fokus pada pemulihan pascakebakaran, tetapi juga harus menyiapkan konsep penataan pasar yang lebih matang dan berkelanjutan,” jelasnya, Jumat (15/5/2026).

Menurut Deni, selama ini aktivitas perdagangan di sejumlah pasar Samarinda masih bercampur tanpa pembagian fungsi yang jelas. Kondisi tersebut dinilai membuat kawasan pasar kerap padat, semrawut, dan sulit ditata, terutama dari sisi kebersihan maupun arus lalu lintas.

Ia menilai sudah saatnya pemerintah mulai menerapkan konsep zonasi perdagangan dengan membedakan fokus usaha di masing-masing pasar tradisional.

“Kalau tiap pasar punya fungsi yang spesifik, masyarakat juga akan lebih mudah mencari kebutuhan mereka dan pengelolaan kawasan bisa jauh lebih tertib,” ujarnya.

Deni juga mencontohkan Pasar Segiri dapat diarahkan menjadi pusat perdagangan kebutuhan pokok dan pasar basah seperti ikan, sayur, ayam, maupun daging. Sementara pasar lain dapat difokuskan pada sektor berbeda seperti tekstil, konveksi, hingga perhiasan agar identitas tiap pasar lebih kuat.

Selain membantu penataan kota, konsep tersebut dinilai dapat mengurangi penumpukan aktivitas perdagangan di satu titik sekaligus mempermudah pengaturan distribusi barang dan kebersihan kawasan pasar.

“Penataan berbasis fungsi ini penting supaya pasar tradisional tetap punya daya saing di tengah berkembangnya pusat perbelanjaan modern,” tuturnya. (Nit/Adv)

Related Articles

Back to top button