DPRD Samarinda Bongkar Masalah UMKM Kaltim: Kaya Bahan Alam, Miskin Produk Olahan

Gemanusantara.com – Potensi besar sumber daya alam di Kalimantan Timur dinilai belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan ekonomi pelaku UMKM. Hingga kini, banyak produk lokal masih dipasarkan dalam bentuk mentah tanpa proses pengolahan lanjutan yang mampu meningkatkan nilai jual.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi II DPRD Kota Samarinda. Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, menilai pola usaha seperti itu membuat pelaku UMKM sulit berkembang dan hanya memperoleh keuntungan terbatas.
“Nilai ekonominya justru ada saat bahan itu diolah menjadi produk jadi, bukan dijual mentah,” ungkapnya, Senin (11/5/2026).
Menurut Viktor, Kalimantan Timur memiliki banyak komoditas lokal yang sebenarnya bisa dikembangkan menjadi produk unggulan bernilai tinggi. Namun hingga kini, inovasi pengolahan dinilai masih minim.
Ia pun mencontohkan sejumlah bahan alami seperti gaharu dan bawang Dayak yang memiliki potensi pasar cukup besar apabila diolah lebih lanjut. Gaharu, kata dia, tidak hanya bernilai sebagai bahan mentah, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi produk konsumsi maupun kesehatan.
“Bawang Dayak punya manfaat kesehatan, gaharu juga bisa dikembangkan menjadi produk lain. Potensi seperti ini seharusnya mulai diarahkan ke industri olahan,” jelasnya.
Selain pengolahan produk, Viktor juga menyoroti lemahnya branding dan pemasaran UMKM lokal. Ia menilai banyak produk daerah sebenarnya memiliki kualitas baik, tetapi kalah bersaing karena minim promosi dan tidak memiliki identitas pasar yang kuat.
“Produk kita sering bagus, tapi kalah di kemasan dan pemasaran,” tegas Viktor.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembinaan produksi, tetapi juga membantu UMKM membuka akses pasar yang lebih luas. Salah satu langkah yang dianggap penting ialah memperbanyak ruang promosi dan pameran produk lokal secara rutin.
“UMKM butuh dukungan nyata supaya bisa naik kelas dan tidak terus bergantung menjual bahan mentah,” ujarnya lagi.
DPRD Samarinda menilai penguatan hilirisasi UMKM menjadi langkah penting agar kekayaan alam Kalimantan Timur tidak hanya berhenti sebagai komoditas dasar, tetapi mampu berkembang menjadi produk bernilai tambah yang memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat. (Nit)



