Bikin Geger! Hafalan Al-Qur’an Dijadikan Challenge Berhadiah Miras di The Sounds Project

Gemanusantara.com– Aksi hafalan Al-Qur’an yang dijadikan challenge berhadiah minuman keras (miras) di gelaran The Sounds Project bikin geger. Kejadian yang berlangsung di booth Newport, Ancol, Jakarta Utara itu kini berbuntut laporan ke Polda Metro Jaya.
Dikutip dari Detik.com, Selasa (11/8/2026), laporan dibuat advokat Mochammad Rizki Abdullah dari Tim Hukum Muslim. Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/5914/VIII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Rizki mengatakan pihaknya melaporkan sejumlah pihak yang dianggap berkaitan dengan kejadian tersebut, mulai dari event organizer (EO), produsen miras, dua MC hingga perempuan yang mengikuti challenge hafalan Al-Qur’an.
“Kami akan laporkan kurang lebih lima pihak. Yang pertama itu ialah EO dari acara tersebut. Yang kedua, produsen daripada miras. Yang ketiga, ada dua orang MC. Lalu yang terakhir itu perempuan yang melafazkan Al-Qur’an demi mendapatkan satu botol miras,” kata Rizki kepada wartawan di Polda Metro Jaya.
Menurut Rizki, aksi tersebut bukan sekadar persoalan pribadi karena dianggap telah menyinggung umat Islam. Ia pun membawa sejumlah bukti berupa video dan tangkapan layar.
“Ini bicara bukan hanya sekadar kepentingan pribadi saya, bukan hanya saya saja yang merasa tersakiti, tapi umat Islam secara keseluruhan,” ujarnya.
Kasus ini juga sudah ditangani polisi. Polda Metro Jaya menjadwalkan klarifikasi terhadap pihak EO dan MC untuk mendalami kejadian tersebut.
“Hari ini, Selasa, 11 Agustus 2026, penyidik menjadwalkan klarifikasi terhadap pihak EO dan MC acara,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Video yang beredar memperlihatkan seorang pengunjung mengikuti challenge hafalan Surah Ad-Dhuha di booth Newport. Peserta yang berhasil menghafal disebut mendapat hadiah berupa satu botol miras.
Pihak The Sounds Project kemudian mengecam aksi tersebut. Mereka menegaskan kejadian itu bukan bagian dari arahan maupun konsep acara.
“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun,” kata pihak The Sounds Project.
Direktur Newport, Handoko Sasongko, juga menyampaikan permintaan maaf kepada umat Islam dan masyarakat Indonesia. Ia menegaskan challenge tersebut bukan program resmi perusahaan.
“Newport perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi,” ujar Handoko.
Meski begitu, Newport mengakui adanya kelemahan dalam pengawasan di lapangan dan menyesalkan kejadian tersebut tidak ditangani sebagaimana mestinya.
Polisi kini masih mendalami laporan tersebut sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya. (Nit)


