Anggaran Terbatas, DPRD Samarinda Minta Renovasi Sekolah Paling Mendesak Didahulukan

Gemanusantara.com – Keterbatasan anggaran pada 2027 membuat rencana renovasi sekolah di Kota Samarinda harus dilakukan secara selektif. DPRD Kota Samarinda mendorong pemerintah memetakan kondisi sekolah agar fasilitas pendidikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan paling mendesak mendapatkan penanganan terlebih dahulu.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan kebutuhan perbaikan sekolah tersebar di berbagai wilayah dengan tingkat penanganan yang berbeda, mulai dari renovasi ringan hingga rehabilitasi berat.
Usulan tersebut juga berasal dari berbagai jalur, baik pokok pikiran (pokir) DPRD maupun Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dari tingkat kelurahan hingga kota.
“Banyak. Itu usulan-usulan dari DPRD, dari saya saja personal, dari pokir saja kami ada berapa sekolah. Belum lagi yang kami dapatkan dari Musrenbang, baik itu Musrenbang kelurahan, kecamatan, maupun Musrenbang kota,” ujar Sri Puji, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, banyaknya usulan membuat seluruh kebutuhan tidak dapat ditangani secara bersamaan, terlebih ruang fiskal daerah masih menghadapi efisiensi. Karena itu, tingkat urgensi kondisi bangunan harus menjadi salah satu dasar dalam menentukan sekolah yang memperoleh anggaran lebih dahulu.
“Kalau kita lihat prioritasnya yang mana, saya enggak hafal karena banyak banget. Tetap ada, tetap ada, cuma tidak sebesar mungkin kemarin. Kalau anggarannya misalnya Rp50 miliar karena ada efisiensi, tentunya kita pilih lagi yang prioritas yang mana,” katanya.
Pembiayaan perbaikan fasilitas pendidikan nantinya tidak hanya mengandalkan APBD Kota Samarinda. Pemerintah juga dapat memanfaatkan bantuan keuangan maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk memperluas penanganan sekolah yang membutuhkan rehabilitasi.
Sri Puji menyebut pada 2026 terdapat dukungan DAK dari pemerintah pusat untuk fasilitas pendidikan pada berbagai jenjang, mulai dari PAUD dan TK hingga SD dan SMP.
“Kalau tahun 2026 ini yang masuk malah ada DAK, ya. Banyak DAK. Berapa miliar itu untuk SD dan SMP dari DAK pusat. Lalu bahkan TK juga ada, PAUD ada,” ucapnya.
Salah satu sekolah yang telah masuk dalam program 2026 adalah SMP Negeri 24 Samarinda. Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut masih menunggu tahapan berikutnya karena belum memasuki proses lelang.
DPRD Samarinda berharap pemetaan kebutuhan renovasi untuk 2027 dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Dengan skala prioritas yang jelas, keterbatasan anggaran diharapkan tidak menghambat penanganan sekolah yang paling membutuhkan perbaikan sehingga keamanan dan kelayakan ruang belajar siswa tetap terjaga. (sal)



