Kesehatan

Ternyata Begini Awal Mula Babi Menghilang dari Meja Makan Masyarakat Timur Tengah

peternakan babi di Batam kepulauan Riau. (Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian)

Gemanusantara.com– Selama ini banyak orang mengira daging babi sulit ditemukan di Timur Tengah semata-mata karena alasan agama. Padahal, sejarah menunjukkan bahwa babi pernah menjadi salah satu sumber makanan utama masyarakat di kawasan tersebut.

Dikutip dari CNBC Indonesia, para peneliti dari Kiel University, Jerman, menemukan bahwa babi pertama kali dijinakkan di kawasan Mesopotamia sekitar 8.500 tahun sebelum Masehi. Setelah itu, babi mulai dikembangbiakkan dan menjadi sumber pangan bagi masyarakat setempat.

Berdasarkan catatan arkeologi, masyarakat Timur Tengah diketahui memelihara babi pada periode 5.000 hingga 2.000 tahun sebelum Masehi. Hewan tersebut menjadi salah satu sumber protein utama yang cukup populer pada masanya.

Namun, keadaan mulai berubah sekitar tahun 1.000 sebelum Masehi. Sejak saat itu, jumlah peternakan babi mulai berkurang dan masyarakat perlahan beralih ke jenis hewan ternak lainnya.

Antropolog Marvin Harris menjelaskan bahwa salah satu penyebabnya adalah tingginya kebutuhan air untuk memelihara babi. Kondisi tersebut menjadi masalah karena sebagian besar wilayah Timur Tengah didominasi kawasan gurun yang kering.

“Babi mungkin enak, tetapi memberi makan binatang itu dan menjaganya tetap sejuk akan terlalu banyak menyita sumber daya,” tulis Marvin Harris.

Selain itu, babi juga memerlukan makanan berupa buah-buahan, kacang-kacangan, dan gandum yang juga menjadi sumber pangan utama bagi manusia.

Pendapat lain datang dari sejarawan Richard W. Redding. Menurutnya, masyarakat Timur Tengah mulai beralih ke ayam karena lebih mudah dipelihara dan tidak memerlukan banyak air.

“Dalam keadaan seperti ini, ayam menjadi sumber protein utama. Hal ini membuat babi menjadi tidak diperlukan lagi,” tulis Richard.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat pun semakin jarang memelihara babi. Kondisi inilah yang kemudian membuat hewan tersebut perlahan menghilang dari meja makan sebagian besar masyarakat Timur Tengah. (Nit)

Related Articles

Back to top button