SAMARINDA

Revitalisasi Pasar Segiri Belum Jadi Prioritas, DPRD Soroti Kematangan Konsep

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Wacana revitalisasi Pasar Segiri hingga kini masih belum menemui kepastian. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah daerah, DPRD Samarinda menilai proyek penataan pasar tradisional tersebut belum memungkinkan untuk direalisasikan dalam waktu dekat.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan revitalisasi pasar tidak bisa hanya dipandang sebagai proyek pembangunan fisik semata. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan konsep penataan disusun secara matang sebelum program itu dijalankan.

“Jangan hanya fokus membangun ulang pasar, tetapi konsep penataan dan pengelolaannya juga harus jelas supaya benar-benar bermanfaat,” tegas Deni, Selasa (19/5/2026).

Ia juga menjelaskan, kondisi fiskal daerah saat ini menjadi salah satu pertimbangan utama belum dijalankannya revitalisasi Pasar Segiri. Meski demikian, peluang pembangunan ulang pasar disebut masih terbuka apabila kondisi keuangan daerah mulai membaik.

Menurut Deni, DPRD sampai sekarang masih menunggu pemaparan resmi dari Pemerintah Kota Samarinda terkait desain revitalisasi yang akan diterapkan, termasuk pola penataan pedagang dan fungsi pasar ke depan.

“Kami masih menunggu penjelasan dari pemerintah kota terkait konsep revitalisasi itu seperti apa. Jadi belum bisa dibahas lebih jauh sebelum ada pemaparan resmi,” ujarnya.

Selain persoalan anggaran, DPRD juga menilai komunikasi dengan pedagang harus menjadi perhatian utama dalam proses penyusunan rencana revitalisasi. Hal itu dinilai penting agar penataan pasar nantinya tidak justru menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Ia menegaskan, proses revitalisasi harus melibatkan para pedagang sejak tahap awal perencanaan agar hasil pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan aktivitas pasar sehari-hari.

“Pedagang harus dilibatkan karena mereka yang nantinya langsung merasakan dampaknya. Jangan sampai setelah dibangun malah tidak berjalan optimal,” gamblangnya.

Deni juga menyebut konsep revitalisasi Pasar Segiri saat ini masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut. Karena itu, pembahasan kemungkinan baru akan dilakukan kembali ketika kondisi anggaran daerah lebih stabil, termasuk saat penyusunan anggaran tahun 2027 mendatang.

“Kalau nanti kembali diajukan, tentu kami akan meminta penjelasan lebih detail terkait konsep, anggaran, sampai target penyelesaiannya,” bebernya.

Di sisi lain, DPRD Samarinda meminta seluruh tahapan revitalisasi dilakukan secara terbuka kepada masyarakat. Transparansi dianggap penting agar publik dapat ikut mengawasi penggunaan anggaran maupun arah pembangunan pasar tersebut.

“Kami ingin prosesnya transparan supaya masyarakat juga bisa mengetahui dan mengawasi pelaksanaannya,” pungkas Deni. (Nit/Adv)

Related Articles

Back to top button