Nasional

Puslabfor Polri Pernah Bongkar Ijazah Jokowi, Ternyata Tinta dan Kertas Ikut Diperiksa

Gemanusantara.com– Urusan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ternyata bukan cuma soal cocok-cocokan data di kampus.

Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri pernah ikut memeriksa dokumen akademik Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Yang dicek pun cukup detail, mulai dari data akademik sampai kondisi fisik ijazah.

Dilansir dari Afu.id, pemeriksaan itu dilakukan dalam rangkaian penyelidikan Bareskrim Polri setelah muncul pengaduan soal dugaan ijazah palsu Jokowi.

Menariknya, tim Puslabfor tidak berhenti pada Nomor Induk Mahasiswa (NIM) maupun catatan akademik. Material yang ada di ijazah juga ikut dibedah.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta pernah membeberkan proses tersebut dalam klarifikasi kampus pada 22 Agustus 2025.

“Mulai dari tintanya, kertasnya, dan lain sebagainya,” kata Sigit.

Artinya, tim forensik juga melihat apakah tinta, kertas dan unsur fisik lain pada dokumen tersebut masuk akal dengan periode saat Jokowi kuliah di UGM.

Hasilnya? Dokumen yang diperiksa dinyatakan autentik.

Temuan tersebut sejalan dengan penyelidikan Bareskrim Polri yang diumumkan pada Mei 2025. Polisi saat itu menyatakan ijazah S1 Jokowi bernomor 1120 telah diperiksa secara forensik dan dibandingkan dengan dokumen pembanding dari periode yang sama.

Bareskrim kemudian menyatakan ijazah tersebut asli dan sah. Polisi juga menyebut tidak menemukan unsur pidana dalam pengaduan yang ditangani.

Bukan cuma ijazah yang diperiksa. Dalam penyelidikan tersebut, polisi memeriksa 39 saksi dan menelusuri 13 lokasi, termasuk SMA Negeri 6 Surakarta dan UGM.

Dokumen perjalanan akademik Jokowi juga ikut ditelusuri. Mulai dari formulir pendaftaran, kartu hasil studi, surat keterangan praktik sampai ijazah asli.

Skripsinya pun ikut dicek.

Hasil pemeriksaan menyebut skripsi Jokowi dibuat menggunakan mesin ketik dan teknik cetak yang sesuai dengan periode 1985, saat Jokowi masih menjalani pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM.

Dari sisi kampus, UGM juga tetap menyatakan Jokowi merupakan alumnus Fakultas Kehutanan. Kampus menyebut ijazah yang diterbitkan untuk Jokowi asli dan masih memiliki arsip perjalanan akademiknya.

Arsip itu mencakup proses perkuliahan, ujian, skripsi, yudisium hingga wisuda.

Dokumen-dokumen tersebut juga telah diberikan kepada aparat penegak hukum ketika diperlukan dalam proses pemeriksaan.

Sementara itu, isu ijazah Jokowi belum benar-benar berhenti. Perkara berbeda kini juga berjalan dan menyeret sejumlah pihak, termasuk Roy Suryo dan Tifauziah Tyassuma.

Keduanya berstatus tersangka dalam perkara terkait tudingan ijazah palsu Jokowi yang ditangani Polda Metro Jaya.

Namun perlu digarisbawahi, pemeriksaan Puslabfor yang dilakukan Bareskrim bukan pemeriksaan baru gara-gara perkara Roy Suryo dan Tifauziah. Uji forensik tersebut sudah menjadi bagian dari penyelidikan Bareskrim atas pengaduan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).

Hasil uji tersebut kemudian menjadi salah satu dasar kepolisian menyatakan ijazah Jokowi asli dan sah. (Nit)

Related Articles

Back to top button