SAMARINDA

PDI Perjuangan Samarinda Gandeng Pegadaian Edukasi Warga Hindari Pinjol Ilegal

Gemanusantara.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Samarinda memanfaatkan momentum Bulan Bung Karno 2026 untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui kolaborasi dengan PT Pegadaian. Edukasi tersebut digelar bersamaan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian sembako sebagai bentuk pelayanan langsung kepada warga.

Kegiatan berlangsung di Jalan Srikaya 7, RT 11 dan RT 6, Senin (29/6/2026), dengan menghadirkan layanan kesehatan sekaligus sosialisasi mengenai berbagai produk pembiayaan legal yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda, Iswandi, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda Bulan Bung Karno yang tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ini dalam rangkaian Bulan Bung Karno. Banyak kegiatan yang kita lakukan, salah satunya pemeriksaan kesehatan gratis hari ini, pembagian sembako juga. Kemudian ada haul, dan hari Jumat nanti kita akan mengadakan penghijauan dengan penanaman pohon di folder,” ujarnya.

Selain pelayanan kesehatan, DPC PDI Perjuangan menggandeng PT Pegadaian untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai layanan keuangan yang legal. Menurut Iswandi, edukasi tersebut penting agar masyarakat memiliki alternatif pembiayaan yang aman dan tidak mudah terjebak praktik pinjaman online ilegal.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa Pegadaian bukan hanya tempat menggadaikan barang. Banyak program yang bisa dimanfaatkan. Daripada terjerat pinjol yang meresahkan, lebih baik memanfaatkan layanan Pegadaian yang lebih murah, efektif, dan efisien,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep kegiatan sengaja dilaksanakan secara jemput bola dengan mendatangi kawasan permukiman agar masyarakat lebih mudah mengakses berbagai layanan yang disediakan.

“Yang penting kegiatan ini maunya langsung turun ke masyarakat. Kalau seperti ini kan langsung masuk ke perkampungan, langsung dirasakan. Istilahnya jemput bola,” katanya.

Melalui kolaborasi tersebut, DPC PDI Perjuangan berharap masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat dari layanan kesehatan dan bantuan sosial, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan serta akses terhadap lembaga pembiayaan resmi. Langkah itu diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi risiko menjadi korban praktik pinjaman online ilegal. (SAL)

Related Articles

Back to top button