Komisi II Minta Pembahasan Perumda Varia Niaga Dilakukan Komprehensif

Gemanusantara.com – Komisi II DPRD Kota Samarinda memilih menunda pembahasan bersama Perumda Varia Niaga agar seluruh agenda strategis dapat dibahas secara menyeluruh. Langkah tersebut diambil karena Direktur Utama Perumda Varia Niaga berhalangan hadir akibat sakit, sementara DPRD menginginkan setiap keputusan yang dihasilkan dapat dijelaskan langsung oleh pimpinan perusahaan.
Pembahasan tersebut sedianya berlangsung dalam hearing di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD Kota Samarinda, Selasa (30/6/2026), yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, didampingi anggota Komisi II, Viktor Yuan, serta dihadiri jajaran manajemen Perumda Varia Niaga.
Iswandi menjelaskan, terdapat lima agenda utama yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari evaluasi neraca keuangan tahun 2025 dan 2026, rencana kegiatan bisnis tahun 2027, penggunaan dana hibah Pemerintah Kota Samarinda, kerja sama dengan pihak ketiga, hingga realisasi Surat Perintah Kerja (SPK) beserta berbagai kendala yang dihadapi.
Namun, menurutnya, pembahasan akan lebih efektif apabila dihadiri langsung oleh Direktur Utama sehingga setiap pertanyaan maupun keputusan dapat dijawab secara langsung tanpa harus menunggu koordinasi lanjutan.
“Secara resmi kita pending karena Pak Dirut sakit. Sebenarnya tidak masalah mereka sudah mengirimkan para manajernya, tetapi kami ingin kalau nanti ada keputusan-keputusan bisa langsung dijawab oleh Dirut. Jadi lebih baik kita tunda sampai Pak Dirut bisa hadir,” ujarnya.
Meski hearing resmi ditunda, Komisi II tetap memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi secara informal dengan jajaran manajemen Perumda Varia Niaga. Dalam pertemuan itu, DPRD menyampaikan sejumlah masukan sekaligus meminta tambahan data yang akan menjadi bahan pendalaman pada pembahasan berikutnya.
“Setelah rapat resmi ditutup, kami sempat ngobrol secara informal. Ada banyak masukan yang kami sampaikan, termasuk beberapa data yang saya minta lagi secara spesifik dan terperinci,” katanya.
Iswandi menegaskan, penundaan tersebut bukan berarti menghentikan proses evaluasi terhadap Perumda Varia Niaga. Sebaliknya, DPRD ingin memastikan seluruh data yang dibutuhkan telah tersedia sehingga pembahasan dapat berlangsung lebih efektif dan menghasilkan rekomendasi yang tepat.
Komisi II berharap hearing lanjutan dapat segera dijadwalkan setelah Direktur Utama kembali menjalankan tugas. Dengan pembahasan yang lebih komprehensif, DPRD optimistis evaluasi terhadap kinerja Perumda Varia Niaga dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan tata kelola perusahaan daerah sekaligus mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda. (Adv/Sal)



