SAMARINDA

Iswandi Ingatkan Target Layanan Air Bersih Harus Diiringi Peningkatan Kualitas

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi

Gemanusantara.com – Komisi II DPRD Kota Samarinda mengingatkan Perumdam Tirta Kencana agar target layanan air bersih 100 persen pada 2029 tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah pelanggan, tetapi juga diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Keandalan distribusi air dinilai menjadi indikator utama keberhasilan perusahaan daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, usai rapat hearing bersama jajaran Perumdam Tirta Kencana di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD Kota Samarinda, Rabu (1/7/2026).

Menurut Iswandi, perluasan jaringan memang menjadi langkah positif, namun masyarakat juga berhak memperoleh layanan air bersih yang mengalir secara kontinu dengan kualitas yang memenuhi standar.

“Target 100 persen itu bagus, tetapi jangan hanya mengejar pemasangan sambungan. Yang lebih penting adalah kualitas pelayanannya, apakah air mengalir 24 jam dan kualitas airnya benar-benar baik,” katanya.

Selain membahas target pelayanan, Komisi II juga meminta penjelasan mengenai tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) yang saat ini berada di kisaran 38 persen. DPRD ingin melihat perkembangan capaian tersebut dari tahun ke tahun untuk mengetahui efektivitas upaya yang telah dilakukan Perumdam dalam menekan kehilangan air.

Dalam kesempatan itu, Iswandi menegaskan evaluasi terhadap kinerja Perumdam harus mengacu pada data yang telah diaudit agar hasil pengawasan benar-benar objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami tidak bisa mengevaluasi hanya berdasarkan paparan atau argumen. Yang kami butuhkan adalah data yang sudah diaudit akuntan publik sehingga hasil analisisnya benar-benar objektif,” ujarnya.

Menurutnya, laporan keuangan yang telah diaudit akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi perusahaan, termasuk tingkat kesehatan keuangan, capaian kinerja, hingga berbagai tantangan yang masih perlu dibenahi.

Komisi II juga menyoroti kemungkinan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap biaya operasional Perumdam Tirta Kencana. Namun, Iswandi menegaskan analisis mengenai kondisi tersebut baru dapat dilakukan setelah DPRD menerima laporan keuangan lengkap, termasuk laporan laba rugi yang telah diaudit.

“Kalau biaya produksi naik tentu berpengaruh, tetapi kami ingin melihat laporan laba ruginya secara lengkap. Dari situ baru bisa diketahui penyebabnya dan bagaimana kondisi keuangan perusahaan sebenarnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, DPRD akan terus mengawal peningkatan kinerja Perumdam Tirta Kencana, baik dari aspek tata kelola keuangan maupun kualitas pelayanan. Menurutnya, keberhasilan perusahaan daerah tidak hanya diukur dari bertambahnya sambungan pelanggan, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan layanan air bersih yang berkualitas, berkelanjutan, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Kota Samarinda. (Adv/Sal)

Related Articles

Back to top button