Nasional

Harga Ayam Naik di Banyak Daerah, Kemendagri Curiga Ada yang Bermain di Jalur Distribusi

Harga daging ayam ras belakangan makin tinggi di sejumlah daerah. (AI)

Gemanusantara.com- Harga daging ayam ras belakangan makin tinggi di sejumlah daerah. Yang bikin perhatian, kenaikannya ternyata tidak merata. Ada daerah yang harga ayamnya masih sekitar Rp20 ribuan per kilogram, sementara di Kabupaten Intan Jaya harganya sudah menyentuh Rp100 ribu.

Kondisi ini membuat pemerintah ikut turun tangan. Dilansir dari CNN Indonesia, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta daerah mengecek kembali perjalanan harga ayam dari peternak sampai ke pasar.

Bukan tanpa alasan. Kemendagri menemukan adanya kondisi ketika harga di tingkat peternak tidak berubah, tetapi harga yang dibayar konsumen justru naik.

Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tidak hanya melihat harga di pasar. Distributor besar juga diminta diperiksa untuk mengetahui di mana sebenarnya kenaikan harga mulai terjadi.

“Berkaitan dengan kenaikan harga ayam ini, daging ayam, tolong dicek, turun (ke lapangan). Kenapa seringkali kenaikan harga ayam ini akibat permainan daripada distributor. Saudara-saudara kita peternak itu tidak mendapatkan keuntungan karena tidak ada kenaikan harga di peternak. Dipermainkan oleh distributor,” kata Tomsi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (24/8).

Tomsi mengatakan, pengecekan seperti ini bukan pertama kali dilakukan. Dari beberapa pemeriksaan yang pernah ia lakukan, harga di tingkat peternak ternyata tidak ikut naik.

“Beberapa kali saya mengecek, ternyata (harga di tingkat) peternak tidak naik, yang naikkan di tengah. Nah, hal ini tentunya jangan sampai terjadi,” ujarnya.

Di saat pemerintah menyoroti distribusi, data BPS menunjukkan kenaikan harga ayam memang semakin meluas.

Sampai minggu ketiga Agustus 2026, sebanyak 220 kabupaten/kota atau 61,11 persen wilayah Indonesia tercatat mengalami kenaikan indeks perkembangan harga (IPH) daging ayam ras.

Jumlahnya naik cukup cepat. Pada minggu ketiga Juli, baru 110 daerah yang mengalami kenaikan. Memasuki minggu pertama Agustus jumlahnya menjadi 188 daerah, lalu 205 daerah pada minggu kedua, dan kini mencapai 220 daerah.

Direktur Statistik Harga BPS Sarpono mengatakan kenaikan tersebut sudah terlihat di berbagai wilayah.

“Kenaikan harga terlihat cukup luas di berbagai wilayah. Sampai dengan minggu ketiga Agustus 2026, terdapat 220 kabupaten/kota atau 61,11 persen wilayah Indonesia mengalami IPH daging ayam ras,” ujar Sarpono.

Secara nasional, harga ayam ras naik 5,84 persen dibandingkan Juli. Rata-ratanya kini mencapai Rp40.393 per kilogram, sedikit lebih tinggi dari harga acuan penjualan konsumen yang ditetapkan Rp40 ribu.

Tetapi kalau melihat harga di daerah, selisihnya cukup jauh.

Kabupaten Intan Jaya mencatat harga tertinggi, yakni Rp100 ribu per kilogram. Sebaliknya, harga terendah berada di sekitar Rp20.500 per kilogram.

Beberapa daerah lain juga sudah berada cukup jauh di atas harga acuan. Rokan Hilir misalnya, mencatat harga Rp50.238 per kilogram. Kemudian Bangka Rp48 ribu, Indragiri Hulu Rp47.595, dan Bangka Tengah Rp45.857 per kilogram.

BPS juga mencatat harga ayam di Bangka Tengah naik 36,15 persen dibandingkan Juli. Di Rokan Hilir kenaikannya mencapai 28,51 persen, sedangkan Indragiri Hulu naik 23,56 persen.

Dengan kenaikan yang terjadi di begitu banyak daerah, pemerintah kini tidak hanya punya pekerjaan untuk memantau harga di pasar. Jalur distribusi juga ikut menjadi perhatian, terutama untuk memastikan kenaikan harga memang terjadi karena faktor yang jelas dan bukan berhenti sebagai keuntungan di tengah rantai pasok. (Nit)

Related Articles

Back to top button