SAMARINDA

Anggaran Besar Tak Boleh Minim Dampak, DPRD Samarinda Tekan Perubahan Prioritas

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com — Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menegaskan bahwa arah kebijakan anggaran daerah harus mengalami perubahan signifikan agar memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Ia pun menilai, selama ini komposisi anggaran masih didominasi belanja operasional yang belum sepenuhnya berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

“Anggaran itu harus dirasakan masyarakat. Kalau hanya habis di internal, lalu manfaatnya di mana?” ucapnya, Rabu (22/4/2026).

Menurut Iswandi, DPRD akan lebih selektif dalam membahas setiap usulan program, terutama yang tidak memiliki kejelasan output dan outcome.

Ia juga menegaskan, ukuran keberhasilan tidak lagi hanya dilihat dari tingginya serapan anggaran, tetapi dari hasil konkret yang bisa dirasakan publik.

“Bukan soal terserap berapa persen, tapi apa dampaknya. Itu yang menjadi fokus kami,” tambah Iswandi.

Selain itu, ia mendorong agar pemerintah kota mulai menggeser prioritas anggaran ke sektor-sektor produktif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau ingin PAD meningkat, maka kebijakan anggaran juga harus diarahkan ke sektor yang produktif, bukan hanya belanja rutin,” katanya.

Iswandi juga menyoroti pentingnya optimalisasi aset daerah sebagai salah satu sumber pendapatan yang masih belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Aset daerah harus dikelola dengan baik dan transparan agar benar-benar memberikan kontribusi bagi daerah,” sebutnya.

Ia memastikan DPRD akan mengawal kebijakan anggaran agar lebih berpihak pada kepentingan masyarakat dan tidak lagi terjebak pada pola lama yang minim dampak.

“Kita ingin anggaran ini benar-benar hidup dan memberikan manfaat nyata bagi warga Samarinda,” pungkasnya. (Nit)

Related Articles

Back to top button