Shin Tae-yong Buka Suara usai Dijatuhi Sanksi Berat KFA, Pilih Bungkam Demi Anak Didiknya

Gemanusantara.com– Shin Tae-yong akhirnya angkat bicara setelah dijatuhi sanksi berat oleh Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA). Namun, mantan pelatih Timnas Indonesia itu memilih tidak mengungkap seluruh fakta yang menurutnya terjadi demi melindungi orang-orang yang pernah bekerja bersamanya.
Dilansir dari Viva.co.id, sanksi tersebut dijatuhkan setelah Shin Tae-yong terseret sejumlah kontroversi saat menangani klub Ulsan HD. Masa kepelatihannya hanya berlangsung sekitar 65 hari sebelum diberhentikan pada Agustus tahun lalu.
Kasus yang menyeretnya meliputi persoalan hubungan dengan pemain, dugaan tindakan penyerangan, hingga isu bermain golf saat tim menjalani laga tandang.
Sebelumnya, Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan telah mengkaji kasus tersebut. Hasil kajian itu kemudian dibahas KFA dalam rapat Komite Fair Play untuk menentukan sanksi disiplin.
Shin Tae-yong pun terancam hukuman berat, mulai dari penangguhan lisensi kepelatihan hingga 10 tahun, larangan beraktivitas di kompetisi sepak bola Korea Selatan, bahkan sanksi pengusiran permanen. Meski begitu, hukuman itu hanya berlaku di wilayah Korea Selatan.
Menanggapi keputusan tersebut, Shin Tae-yong mengaku sebenarnya ingin menyampaikan versinya kepada publik. Namun, ia memilih menahan diri karena khawatir ucapannya justru berdampak kepada mantan anak asuh dan orang-orang yang pernah bekerja bersamanya.
“Ada banyak aspek yang menurut saya tidak adil, dan saya ingin mengungkapkan kebenaran. Tetapi murid-murid saya bisa terluka jika saya berbicara, dan suasana sepak bola domestik tidak baik,” kata Shin Tae-yong, dikutip dari Channel A.
Pelatih berusia 55 tahun itu juga mengaku siap menanggung persoalan tersebut seorang diri. Meski demikian, ia belum menutup kemungkinan mengajukan banding atas sanksi yang diterimanya.
Di sisi lain, hukuman dari KFA tidak memengaruhi karier Shin Tae-yong di Indonesia. Saat ini ia telah resmi menjadi pelatih kepala Persija Jakarta dengan kontrak tiga tahun dan tetap bisa mendampingi Macan Kemayoran menghadapi kompetisi musim 2026/2027 karena sanksi tersebut hanya berlaku di Korea Selatan. (Nit)



