Kesehatan

Busui Wajib Tahu! Makan Tape Saat Menyusui Ternyata Ada Aturannya, Jangan Asal Lahap

Gemanusantara.com– Tape sering jadi camilan yang sulit ditolak. Rasanya manis, legit, dan bikin ketagihan. Tak heran jika banyak ibu menyusui juga sesekali ngidam makanan hasil fermentasi ini. Kabar baiknya, busui sebenarnya masih boleh makan tape. Namun, bukan berarti bisa dikonsumsi tanpa batas.

Di balik rasanya yang nikmat, tape mengandung alkohol alami yang terbentuk selama proses fermentasi. Meski kadarnya relatif rendah, alkohol tersebut tetap bisa masuk ke aliran darah dan terserap ke dalam ASI. Karena itulah, ibu menyusui perlu lebih bijak saat mengonsumsinya.

Para ahli menyarankan busui memilih tape yang masih baru karena kadar alkoholnya cenderung lebih rendah dibanding tape yang sudah lama disimpan. Selain itu, air tape sebaiknya dihindari karena mengandung konsentrasi alkohol yang lebih tinggi. Jika ingin menikmati tape, cukup konsumsi bagian padatnya dalam porsi kecil.

Mengonsumsi tape secara berlebihan dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas ASI dan kenyamanan bayi. Pada beberapa kasus, alkohol dalam ASI dapat mengubah rasa susu, membuat bayi menyusu lebih sedikit, hingga memengaruhi pola tidurnya. Mengingat organ hati bayi belum berkembang sempurna, kemampuan mereka memproses alkohol juga jauh lebih lambat dibanding orang dewasa.

Agar lebih aman, ibu menyusui disarankan memberi jeda sekitar satu hingga tiga jam setelah makan tape sebelum kembali menyusui. Waktu tersebut membantu tubuh memetabolisme alkohol sehingga kadar yang masuk ke ASI dapat berkurang.

Jadi, busui tak perlu panik jika sesekali ingin menikmati tape. Kuncinya sederhana: jangan berlebihan, pilih tape yang masih segar, dan perhatikan waktu menyusui. Sebab, yang terpenting bukan hanya memuaskan ngidam, tetapi juga menjaga kualitas ASI dan kesehatan si kecil. (Nit)

*diolah dari berbagai sumber

Back to top button