SAMARINDA

Distribusi BBM Jadi Sorotan, Pemkot Samarinda Perketat Antisipasi Lonjakan Harga

Asisten II Bidang Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda, Marnabas. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperkuat langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah potensi gangguan distribusi, khususnya yang berkaitan dengan bahan bakar minyak (BBM) dan rantai pasok logistik.

Alih-alih hanya fokus pada intervensi harga, Pemkot kini menitikberatkan pada upaya pencegahan di sektor distribusi yang dinilai menjadi faktor utama pemicu kenaikan biaya barang di lapangan.

Asisten II Bidang Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda, Marnabas, mengatakan pemerintah telah melakukan koordinasi awal dengan sejumlah pihak terkait, mulai dari instansi teknis, Pertamina, camat, hingga pelaku usaha distribusi.

“Fokus kita sekarang memastikan alur distribusi tidak terganggu, karena itu yang paling cepat berdampak ke harga,” jelas Marnabas, Rabu (22/4/2026).

Salah satu perhatian utama adalah antrean BBM yang berpotensi menghambat mobilitas kendaraan distribusi barang. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan biaya operasional yang pada akhirnya berpengaruh pada harga di tingkat konsumen.

Pemkot juga mencatat adanya pergerakan harga pada sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, ikan, dan sayuran, yang dipengaruhi kenaikan biaya angkut dari daerah pemasok.

“Biaya transportasi dari luar daerah memang mengalami kenaikan, dan itu langsung masuk ke struktur harga,” kata Marnabas.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah tengah menyiapkan pengaturan teknis distribusi agar pelaku usaha logistik tidak terlalu terdampak antrean BBM, termasuk opsi pengaturan jalur dan skema prioritas tertentu.

Selain itu, operasi pasar tetap disiapkan sebagai langkah penyangga jika terjadi lonjakan harga di pasar, namun penerapannya akan dilakukan secara terbatas agar tidak mengganggu keseimbangan perdagangan.

“Intervensi pasar hanya untuk menjaga stabilitas, bukan mengubah mekanisme harga sepenuhnya,” tegasnya.

Pemkot menegaskan pendekatan yang diambil saat ini lebih menekankan pada penguatan sistem distribusi sebagai upaya menjaga stabilitas inflasi secara berkelanjutan. (Nit)

Related Articles

Back to top button