Wacana Bea Cukai Dibubarkan Mulai Redup, Purbaya: Kemungkinannya Tetap Bertahan

Gemanusantara com– Wacana pembubaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) tampaknya mulai meredup.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal Bea Cukai kemungkinan besar tetap dipertahankan. Artinya, rencana membubarkan DJBC dan menggantinya dengan perusahaan asal Swiss, Société Générale de Surveillance (SGS), kemungkinan tidak akan terealisasi.
Purbaya mengatakan, Presiden Prabowo Subianto kini melihat adanya perbaikan dalam kinerja Bea Cukai. Meski begitu, jajaran Bea Cukai tetap diminta untuk terus berbenah.
“Pak Prabowo sudah melihat ada perbaikan yang signifikan di Bea Cukai. Kalau dulu dia bilang bubarkan, sekarang dia pernah bilang di salah satu rapat dengan kabinet, Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki. Itu adalah sinyal yang jelas bahwa ada perkembangan positif di Bea Cukai yang diakui oleh pimpinan kita, jadi kemungkinannya Bea Cukai akan tetap bertahan,” ujar Purbaya, dikutip dari detik.com.
Purbaya menyebut perbaikan tersebut tidak lepas dari perombakan di jajaran pimpinan Bea Cukai. Ia menilai, posisi penting di lembaga tersebut kini diisi oleh orang-orang yang mampu meningkatkan kinerja.
Perbaikan itu diklaim ikut mendorong penerimaan Bea Cukai tumbuh sekitar 7 persen. Selain itu, Purbaya menyebut peredaran barang selundupan mulai berkurang.
Bea Cukai juga disebut semakin aktif menindak peredaran rokok ilegal.
“Terus Bea Cukai aktif melakukan penangkapan-penangkapan terhadap peredaran rokok ilegal, sekarang banyak sekali itu,” kata Purbaya.
Dengan adanya perbaikan tersebut, rencana pembubaran Bea Cukai kini tampaknya mulai ditinggalkan. Namun, lembaga tersebut tetap dituntut untuk terus meningkatkan kinerjanya. (Nit)



