Pertalite Mau Dibatasi? Pemerintah Mulai Lirik Jenis Kendaraan, Desil 10 Bakal Dicoba Lebih Dulu

Gemanusantara.com– Aturan soal Pertalite kembali bikin penasaran. Pemerintah ternyata sedang menyiapkan skema pembatasan pembelian BBM bersubsidi tersebut, dan kali ini jenis kendaraan bakal ikut jadi pertimbangan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan jenis kendaraan nantinya bisa digunakan sebagai salah satu petunjuk untuk melihat desil atau tingkat kesejahteraan pemiliknya.
“Kita kemarin berbasis dari jenis kendaraan. Dari jenis kendaraan dan mencerminkan desil,” ujar Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, dilansir dari CNN Indonesia, Jum’at (21/8/2026).
Tapi jangan buru-buru menebak mobil atau motor apa yang bakal kena pembatasan. Airlangga belum membuka detail jenis kendaraan yang masuk daftar maupun seperti apa mekanisme pembelian Pertalite nantinya.
Ia mengatakan pemerintah masih menggodok aturan tersebut sebelum benar-benar diterapkan.
“Nanti kita matangkan lagi, kita matengin,” kata Airlangga.
Rencana ini sebelumnya juga sempat disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pemerintah disebut sedang menyiapkan pembatasan Pertalite untuk masyarakat yang masuk kelompok desil 9-10.
Namun, pelaksanaannya tidak langsung menyasar semuanya. Pemerintah berencana mencoba dari kelompok desil 10 terlebih dahulu.
Purbaya menyebut uji coba kebijakan itu kemungkinan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan dan ditargetkan berjalan sebelum pergantian tahun.
Tujuannya sederhana: subsidi BBM diharapkan benar-benar dinikmati masyarakat yang membutuhkan. Di sisi lain, pemerintah juga berharap langkah tersebut bisa membantu menghemat anggaran.
“Enggak diperketat. Cuma akan dipastikan nanti yang saya tahu ya, supaya tepat sasaran. Mungkin kita akan coba nanti berapa bulan ke depan, yang Desil 10, kita batasin dulu,” ujar Purbaya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/8).
Jadi untuk sekarang, belum ada daftar pasti kendaraan apa saja yang bakal terkena pembatasan. Pemerintah masih meracik skemanya, sementara Pertalite masih jadi BBM yang paling banyak bikin masyarakat penasaran soal aturan barunya.
Jakarta, Tribunnews — Ada fakta menarik yang muncul dalam sidang praperadilan kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nanik S Deyang disebut ternyata sudah punya Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebelum menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Hal itu terungkap dari keterangan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dalam sidang praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dilansir dari Tribunnews, Jum’at (21/8/2026).
Cerita soal dapur SPPG ini muncul ketika kuasa hukum Pusung, OC Kaligis, bertanya soal peran Nanik di BGN.
Pusung menjelaskan, Nanik bersama Soni Sanjaya dilantik sebagai Waka BGN pada 17 September 2025. Saat itu ada tiga Waka BGN yang masing-masing memegang bidang berbeda.
Pusung mendapat bidang organisasi dan hubungan antar lembaga, Soni menangani operasional, sedangkan Nanik berada di bidang investigasi.
Ketiganya kemudian bekerja membantu Kepala BGN Dadan dalam menjalankan tugas di lembaga tersebut.
Nah, di sinilah bagian yang cukup menarik perhatian. Pusung mengatakan Nanik sudah memiliki Dapur SPPG bahkan sebelum resmi dilantik sebagai Waka BGN.
“Ibu Nanik itu juga punya dapur. Saya harus bicara apa adanya di sini, sehingga jelas ini,” ujar Pusung.
Pernyataan tersebut kemudian ditanyakan lagi kepada OC Kaligis usai persidangan. Ia bahkan menyebut jumlah dapur yang dimiliki Nanik cukup banyak.
“Banyak (Nanik punya dapur MBG),” kata OC Kaligis kepada awak media.
Tak berhenti di soal dapur, OC Kaligis juga menyinggung keberadaan Nanik yang disebut sedang berobat ke luar negeri karena sakit jantung.
Ia bahkan mempertanyakan kondisi tersebut.
“Tapi dia kan sakit jantung, maka dia cepat-cepat keluar negeri, nggak tahu sakit jantung beneran atau nggak,” ujarnya.
Sementara itu, Pusung sendiri sedang mengajukan praperadilan terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi program MBG.
Dengan munculnya keterangan soal kepemilikan Dapur SPPG tersebut, nama Nanik pun ikut jadi sorotan dalam perkara yang masih bergulir ini. (Nit)



