Kesehatan

Pencinta Kopi Wajib Baca! Bukan Cuma Gula, Kafein Juga Bisa Pengaruhi Gula Darah

ilustrasi minum kopi. (AI Generation)

Gemanusantara.com– Buat yang merasa secangkir kopi pagi cuma urusan bikin mata melek, ternyata ada satu hal lain yang perlu diperhatikan. Bukan cuma gula tambahan yang bisa bikin kadar gula darah berubah, kafein dalam kopi juga ternyata bisa ikut berpengaruh.

Jadi, kopi pahit sekalipun belum tentu ceritanya selesai begitu saja. Efek kafein terhadap gula darah memang berbeda pada setiap orang, tetapi pengaruhnya bisa lebih terasa pada orang dengan resistensi insulin atau diabetes tipe 2.

Ahli gizi dari The Ohio State University Wexner Medical Center, Candace Pumper, mengatakan respons tubuh terhadap kopi dipengaruhi oleh jumlah kafein, kondisi biologis seseorang, serta cara dan waktu kopi dikonsumsi.

“Efek kopi terhadap gula darah bergantung pada dosis, kondisi biologis tiap orang, serta cara dan waktu mengonsumsinya,” ujar Pumper, dikutip dari DetikHealth.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi setelah kafein masuk ke tubuh?

Kafein dapat merangsang pelepasan hormon stres seperti adrenalin. Kondisi ini bisa memengaruhi kerja insulin dalam mengatur gula darah. Pada saat yang sama, hati dapat melepaskan cadangan glukosa ke dalam aliran darah sehingga kadar gula darah berpotensi meningkat untuk sementara.

“Kafein dapat memengaruhi respons insulin dan kadar gula darah, terutama pada orang dengan resistensi insulin atau diabetes tipe 2,” jelas Pumper.

Yang menarik, kebiasaan minum kopi saat perut kosong juga bisa menjadi perhatian. Saat belum ada makanan yang masuk, kafein lebih cepat diserap tubuh. Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat membuat perubahan gula darah lebih terasa.

“Tingkat penyerapan kafein lebih cepat saat perut kosong. Hal itu bisa memicu lonjakan gula darah yang lebih nyata,” kata Pumper.

Karena itu, kalau selama ini kopi menjadi minuman pertama yang masuk ke perut setelah bangun tidur, tidak ada salahnya mengubah kebiasaan. Kopi bisa diminum setelah makan atau ditemani camilan untuk membantu memperlambat penyerapan kafein.

Selain kafein, jangan lupa melihat “teman” si kopi. Tambahan gula, sirup, dan krimer manis bisa membuat kandungan gula dalam secangkir kopi melonjak. Jika tetap ingin rasa manis, pemanis seperti stevia, monk fruit, atau allulose bisa dipertimbangkan.

Bagi yang sensitif terhadap kafein, pilihan half-caf atau decaf juga bisa dicoba. Teh hijau dan teh hitam dapat menjadi alternatif lainnya.

Jadi, pencinta kopi tidak perlu langsung panik atau berhenti ngopi. Kuncinya bukan sekadar kopi boleh atau tidak, tetapi bagaimana dan kapan kopi itu diminum. Perhatikan jumlah kafein, hindari terlalu banyak tambahan gula, dan jangan biasakan ngopi dalam kondisi perut kosong jika tubuh memang sensitif terhadap efek kafein. (Nit)

Related Articles

Back to top button