Lewat Data yang Akurat, Warga Samarinda Diharapkan Terima Layanan Lebih Tepat

Gemanusantara.com – Perbaikan layanan kepada masyarakat di Kota Samarinda kini mulai difokuskan pada pembenahan data. Melalui Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026, pemerintah ingin memastikan setiap kebijakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan.
Program yang dijalankan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) ini diyakini mampu memperbaiki ketepatan sasaran berbagai program, mulai dari bantuan sosial hingga penanganan isu kesehatan.
Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Riska Wahyuningsih, menegaskan bahwa akurasi data menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan.
“Kalau datanya tidak akurat, kebijakan yang diambil juga berisiko tidak tepat. Ini yang ingin kita benahi,” ungkap Riska.
Selama ini, kata dia, persoalan data kerap membuat program pemerintah tidak sepenuhnya dirasakan masyarakat. Ada warga yang seharusnya menerima bantuan justru terlewat karena data yang belum diperbarui.
“Makanya kita dorong supaya data ini benar-benar up to date. Dengan begitu, bantuan dan program bisa tepat sasaran,” lanjutnya.
Ia mencontohkan penanganan stunting sebagai salah satu isu yang sangat bergantung pada validitas data. Tanpa data yang rinci hingga tingkat keluarga, intervensi yang dilakukan bisa kurang efektif.
“Untuk stunting, kita butuh data yang detail. Kalau tidak, penanganannya tidak akan maksimal,” tegasnya.
Melalui program Desa Cantik, aparatur di tingkat kelurahan didorong lebih aktif melakukan pendataan secara berkala. Kolaborasi antara BPS dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) juga diharapkan mampu mempercepat pembaruan data.
“Sekarang kita ingin pembaruan data itu tidak lagi lambat. Kalau ada perubahan di masyarakat, bisa langsung tercatat,” katanya.
Program ini diluncurkan pada Rabu (29/4/2026) di Ballroom Arutala Bapperida Samarinda sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data.
Ke depan, ia berharap masyarakat dapat merasakan langsung dampaknya, mulai dari layanan publik yang lebih cepat hingga program bantuan yang benar-benar sesuai kebutuhan.
“Tujuan akhirnya tentu supaya masyarakat yang membutuhkan bisa benar-benar terlayani dengan baik,” pungkasnya. (Nit)



