Ketidakjelasan Skema BPJS Disorot, Samarinda Ingatkan Risiko ke Layanan Masyarakat

Gemanusantara.com – Ketidakpastian kebijakan redistribusi pembiayaan BPJS Kesehatan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai dikhawatirkan berdampak langsung pada layanan masyarakat. Pemerintah Kota Samarinda mengingatkan, tanpa kejelasan dalam waktu dekat, potensi gangguan terhadap jaminan kesehatan warga tidak bisa dihindari.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan hingga kini belum ada respons resmi dari pemerintah provinsi terkait skema yang menyangkut puluhan ribu peserta tersebut.
“Sampai dengan saat ini, Pemerintah Kota Samarinda belum menerima jawaban maupun pemberitahuan lanjutan terkait hal tersebut,” jelas AH, sapaan akrabnya, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, kondisi ini berisiko menempatkan daerah dalam posisi sulit, terutama dalam memastikan kesinambungan pembiayaan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan, keterlambatan kejelasan kebijakan dapat berdampak pada ketidakpastian layanan, mulai dari potensi kendala administrasi hingga terganggunya akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.
“Kalau tidak segera ada kepastian, yang paling terdampak tentu masyarakat. Ini yang harus kita hindari bersama,” tegasnya.
AH juga menyoroti belum adanya forum resmi yang mempertemukan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk membahas persoalan tersebut secara menyeluruh. Padahal, menurutnya, kebijakan ini memiliki dampak luas dan memerlukan kesiapan bersama.
Dalam situasi tersebut, Pemkot Samarinda tetap menunggu, namun sekaligus menekankan bahwa kejelasan kebijakan tidak bisa ditunda terlalu lama.
“Kami berharap ada keputusan yang jelas dalam waktu dekat, agar daerah bisa menyesuaikan tanpa mengorbankan pelayanan publik,” sebutnya.
Sebagai langkah antisipasi, ia kembali mengusulkan agar kebijakan redistribusi pembiayaan BPJS ditunda hingga tahun 2027, guna memberikan ruang penyesuaian bagi seluruh daerah.
“Jangan sampai kebijakan berjalan tanpa kesiapan, karena dampaknya langsung ke masyarakat,” pungkasnya. (Nit)



