SAMARINDA

Gotong Royong Warga Pampang Jadi Kekuatan Utama Sukseskan Festival Dayak Kenyah 2026

Persiapan Desa Budaya Pampang Menjelang Festival Budaya Dayak Kenyah 2026

Gemanusantara.com – Semangat kebersamaan mulai terasa di Desa Budaya Pampang menjelang pelaksanaan Festival Budaya Dayak Kenyah 2026. Tidak hanya panitia, masyarakat dari berbagai RT turut terlibat dalam mempersiapkan salah satu agenda budaya terbesar di Kalimantan Timur tersebut yang akan berlangsung pada 25–28 Juni mendatang.

Sejumlah aktivitas persiapan terlihat dilakukan secara bergotong royong oleh warga. Mulai dari penataan kawasan, pembangunan sarana pendukung, hingga pengadaan perlengkapan adat dilakukan bersama sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran festival tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Dayak Kenyah.

Ketua Adat Desa Pampang, Esrom Palan, mengatakan salah satu pekerjaan yang saat ini tengah dilakukan adalah penyediaan bambu yang akan digunakan untuk berbagai kebutuhan kegiatan adat dan penyambutan tamu selama festival berlangsung.

“Kalau bambu yang disiapkan banyak, sampai ke Muara,” ujar Esrom, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan festival. Pada tahap awal, proses persiapan dikerjakan oleh warga RT 2, RT 3, dan RT 4. Namun menjelang hari pelaksanaan, seluruh wilayah di Desa Budaya Pampang akan ikut ambil bagian.

“Yang membantu sementara ini RT 2, 3, dan 4. Nanti untuk pelaksanaan, RT 1, RT 5, dan RT 6 juga ikut, jadi satu kelurahan bersama-sama,” katanya.

Bagi masyarakat Pampang, festival ini bukan sekadar pertunjukan budaya untuk wisatawan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan warga sekaligus menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.

“Harapan kita kegiatan seperti ini terus-menerus untuk anak cucu. Karena ini adalah kegiatan leluhur yang harus diteruskan kepada generasi-generasi berikutnya,” ungkapnya.

Esrom menilai pelestarian budaya memiliki peran penting dalam menjaga identitas bangsa. Oleh karena itu, masyarakat terus berkomitmen mempertahankan tradisi Dayak Kenyah agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda.

“Negara kita memiliki banyak budaya. Ini salah satu budaya yang ada di Indonesia yang harus dilestarikan untuk anak bangsa,” tegasnya.

Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 akan menampilkan beragam kegiatan, mulai dari ritual adat, tarian tradisional, olahraga menyumpit, hingga prosesi pernikahan adat Dayak Kenyah atau Alaq Leto. Berbagai pertunjukan seni budaya lainnya juga akan memeriahkan acara hingga malam penutupan.

Melalui keterlibatan aktif masyarakat dan kekuatan gotong royong yang terus terjaga, Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga memperkuat posisi Desa Budaya Pampang sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kota Samarinda dan Kalimantan Timur. (Sal)

Related Articles

Back to top button