INTERNASIONAL

Elon Musk Blak-blakan soal Kedekatan dengan Trump, Akui Dirinya Terlalu Terbawa Politik

Elon Musk mengaku sempat terlalu larut dalam dunia politik. (REUTERS)

Gemanusantara.com– Elon Musk mengaku sempat terlalu larut dalam dunia politik saat dekat dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan ikut memimpin Department of Government Efficiency (Doge).

Dikutip dari CNBC, pengakuan itu disampaikan Musk dalam wawancara selama 90 menit dengan The Economist, Selasa (25/8/2026).

“Terus terang, saya terlalu terbawa,” kata Musk soal keterlibatannya bersama Trump.

Musk sebelumnya memberikan dukungan finansial sekitar US$200 juta untuk membantu Trump memenangkan Pilpres AS 2024. Setelah Trump kembali berkuasa, Musk ikut memimpin Doge yang bertugas memangkas pengeluaran pemerintah.

Kebijakan Doge kemudian menuai kontroversi. Pemangkasan anggaran disebut mencapai sekitar US$150 miliar dan berdampak pada puluhan ribu pegawai federal.

Musk tidak banyak menjelaskan pengakuannya. Namun, ia sebelumnya juga pernah mengatakan seharusnya lebih fokus mengurus perusahaan-perusahaannya dibanding menjalankan Doge.

Dalam wawancara tersebut, Musk juga membahas AI yang menurutnya bakal mengubah dunia kerja. Ia memperkirakan AI dan robot akan mengambil alih banyak pekerjaan manusia, bahkan berpotensi melampaui kecerdasan manusia dalam beberapa tahun ke depan.

Musk juga mengungkap rencana mengembangkan pusat data AI di luar angkasa dan tetap optimistis manusia bisa menginjakkan kaki di Mars.

Sementara soal politik, Musk memprediksi Inggris dapat menghadapi perang saudara dalam 20 tahun mendatang. Ia juga membantah tudingan anti-Muslim.

Di akhir wawancara, Musk kembali melontarkan pandangan yang tak kalah unik. Ia mengatakan alam semesta mungkin saja merupakan simulasi komputer yang dibuat oleh alien.

“Hal-hal yang saya lakukan begitu luar biasa sehingga sulit dipercaya semuanya nyata,” ujarnya. (Nit)

Related Articles

Back to top button