Dinkes Samarinda Tingkatkan Kewaspadaan Campak Setelah Puluhan Kasus Suspek Ditemukan

Gemanusantara.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak setelah puluhan kasus suspek ditemukan di sejumlah wilayah di kota tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Samarinda mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 400.7.7.1/2074/100.01 tentang peningkatan kewaspadaan dini terhadap penyakit menular yang ditujukan kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan hingga saat ini tercatat sekitar 62 kasus suspek campak yang ditemukan di Kota Samarinda.
“Ada sekitar 62 suspek di Samarinda, sehingga perlu dilakukan penguatan kegiatan surveilans, deteksi dini, pelaporan kasus, investigasi epidemiologi, serta penatalaksanaan kasus secara cepat dan tepat,” ungkap Ismed, Selasa (10/3/2026).
Menurut Ismed, langkah tersebut diperlukan mengingat campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular sehingga berpotensi menyebar apabila tidak segera ditangani.
Melalui surat edaran tersebut, seluruh rumah sakit, puskesmas, klinik, dan tenaga kesehatan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala campak, terutama pada pasien yang mengalami demam disertai ruam pada kulit.
“Suspek campak adalah setiap orang dengan demam dan ruam makulopapular, dengan atau tanpa disertai batuk, pilek, yang dicurigai sebagai campak oleh tenaga kesehatan,” jelasnya.
Ia menegaskan setiap kasus suspek campak wajib segera dilaporkan dan dilakukan investigasi epidemiologi sesuai pedoman yang berlaku.
Selain itu, fasilitas kesehatan juga diminta segera melaporkan apabila terjadi peningkatan kasus yang berpotensi berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Apabila ditemukan peningkatan kasus yang berpotensi menjadi KLB, segera laporkan ke dinas agar bisa segera ditangani,” tegasnya
Ismed menambahkan, campak merupakan penyakit yang termasuk dalam kelompok Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), sehingga peningkatan cakupan imunisasi juga menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit tersebut di masyarakat. (Nit)



