Nasional

Oarfish 4 Meter Terdampar di Pantai Pink, Benarkah Tanda Gempa?

Oarfish ditemukan mati terdampar di Pantai Pink, Lombok. (Reuters)

Gemanusantara.com– Oarfish sepanjang sekitar empat meter ditemukan mati terdampar di Pantai Pink, Lombok. Temuan ikan laut dalam yang dijuluki “ikan kiamat” ini langsung bikin pengunjung heboh. Tak sedikit yang kemudian mengaitkannya dengan pertanda gempa.

Benarkah begitu? Dilansir dari CNN, Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono mengatakan belum ada bukti ilmiah yang valid bahwa kemunculan oarfish di permukaan atau pesisir berkaitan dengan gempa.

“Secara ilmiah, belum ada bukti valid yang menunjukkan bahwa kemunculan ikan laut dalam di permukaan atau pesisir, seperti di Pantai Pink Lombok, merupakan pertanda pasti akan terjadinya gempa,” kata Daryono.

Menurutnya, penelitian para ahli oseanografi dan seismologi, termasuk di Jepang, belum menemukan hubungan sebab-akibat langsung antara kemunculan ikan laut dalam dengan aktivitas seismik.

Oarfish bisa muncul ke permukaan karena berbagai faktor, seperti perubahan suhu air, pergeseran arus, fenomena upwelling, kondisi ikan yang sakit atau terluka, hingga menghindari pemangsa.

“Karena itu, isu bahwa kemunculan ikan tersebut adalah tanda bencana gempa yang akan datang adalah tidak benar,” tegas Daryono.

Sementara itu, ikan tersebut ditemukan pengunjung sekitar pukul 07.30 WITA di Pantai Pink, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok, NTB, pada Kamis (27/8). Videonya kemudian viral di media sosial.

Kepala Wilayah Dusun Telone, Desa Sekaroh, Sahlan, membenarkan temuan tersebut. Ia mengatakan oarfish itu ditemukan pengunjung dari Lombok Tengah yang datang untuk berkemah sejak malam sebelumnya.

“Tadi pagi penemuannya. Yang menemukan bukan warga kami, tetapi warga luar yang datang untuk berkemah dari tadi malam, pengunjunglah begitu,” ujar Sahlan.

Temuan ikan langka berukuran jumbo itu pun sontak menjadi tontonan pengunjung Pantai Pink. Namun, soal “ikan kiamat” sebagai tanda gempa, pakar memastikan belum ada bukti ilmiah yang mendukungnya. (Nit)

Related Articles

Back to top button