Nasional

Api Belum Berkobar, Polri Sudah Bergerak! 403 Personel Diterjunkan ke 8 Wilayah Rawan Karhutla

Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol. Panca Putra Simanjuntak. (Dok. Polri)

Gemanusantara.com– Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menjadi perhatian. Namun kali ini, Polri tak mau menunggu api muncul dan membesar. Sebanyak 403 personel disiapkan untuk turun langsung ke masyarakat di sejumlah wilayah yang rawan Karhutla.

Dikutip dari CNN, ratusan personel Satgas Penyuluhan dan Edukasi Pencegahan Karhutla tersebut diterjunkan ke delapan wilayah Polda, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

“Sebanyak 403 personel kita dorong ke delapan Polda untuk melaksanakan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat. Ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Presiden agar Polri memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui edukasi langsung kepada masyarakat,” ujar Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol. Panca Putra Simanjuntak, di Jakarta, Selasa (26/8).

Personel tersebut akan diberangkatkan secara bertahap dan ditempatkan sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah. Nantinya, mereka bekerja bersama jajaran Polda dan personel kewilayahan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya Karhutla, dampaknya terhadap lingkungan hingga aturan hukum terkait larangan pembakaran hutan dan lahan.

Langkah ini dinilai penting karena kebakaran hutan dan lahan tidak selalu terjadi karena faktor alam. Kelalaian manusia juga menjadi salah satu penyebab yang perlu dicegah sejak awal. Karena itu, masyarakat di wilayah rawan akan menjadi sasaran utama penyuluhan Satgas.

“Kami berharap, selain langkah penegakan hukum, upaya pencegahan melalui edukasi ini dapat berjalan secara terintegrasi. Berdasarkan evaluasi, salah satu penyebab kebakaran hutan dan lahan adalah faktor kelalaian manusia. Karena itu, masyarakat perlu terus diberikan pemahaman mengenai pentingnya mencegah terjadinya Karhutla,” tutur Panca.

Karhutla juga bukan sekadar persoalan hutan terbakar. Asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan, aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat. Dampaknya bahkan bisa meluas hingga persoalan antarwilayah dan internasional.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, personel Satgas telah dibekali perlengkapan edukasi seperti laptop, layar presentasi, brosur dan flyer. Materi tersebut nantinya digunakan dalam sosialisasi di berbagai lokasi, termasuk ruang publik.

Dari total 403 personel, delapan di antaranya merupakan pendamping dan 395 lainnya peserta didik dari program S2 STIK, Setukpa, dan Sespimma. Kalimantan Barat mendapat jumlah terbanyak dengan 79 personel, sementara Kalimantan Tengah dan Riau masing-masing 49 personel, Sumatera Selatan dan Jambi masing-masing 48 personel, serta Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara masing-masing 38 personel.

Melalui pengerahan ini, Polri ingin pencegahan Karhutla tidak hanya dilakukan ketika api sudah berkobar. Edukasi langsung kepada masyarakat diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk menekan potensi kebakaran sebelum berubah menjadi bencana yang lebih besar. (Nit)

Related Articles

Back to top button