Nasional

Pulang dari Pesta Miras Malah Berujung Petaka, Karyawan Restoran Korea Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual

Ilustrasi dugaan kekerasan seksual terhadap karyawan restoran. (Ist)

Gemanusantara.com– Kisah tak mengenakkan dialami MAD (28), karyawan perempuan di sebuah restoran makanan Korea kawasan Jalan Mayjen HR Muhammad, Surabaya. Ia mengaku mengalami dugaan kekerasan seksual setelah mengikuti pesta minuman keras yang digelar pemilik restoran berinisial SSY (64), warga negara Korea Selatan.

Cerita ini bermula pada 12 Maret 2026 malam. Restoran sedang tutup ketika SSY kedatangan teman-temannya sesama warga Korea. Mereka kemudian menggelar pesta miras hingga dini hari.

Dilansir dari detik.com, Jumat (21/8/2026), MAD mengatakan dirinya ikut minum hingga akhirnya kehilangan kesadaran. Beberapa orang disebut sempat melihat kondisinya yang sudah sangat lemah.

Awalnya MAD mengira bakal langsung diantar pulang ke kos. Eh, perjalanan malah berlanjut ke hotel karena SSY disebut masih ingin melanjutkan minum.

Dalam kondisi yang sudah tidak berdaya, MAD mengaku mengalami kekerasan. Ia juga menyebut SSY melontarkan sejumlah ancaman, mulai dari pemecatan, gaji yang tidak dibayarkan, hingga ancaman terhadap keluarganya.

“Karena kondisi saya di bawah pengaruh alkohol, dia memperkosa saya saat itu,” ujar MAD.

Besok paginya, MAD mengaku terbangun dalam kondisi yang membuatnya ketakutan. Ia segera mengenakan pakaian dan memilih pulang setelah kembali mendapat ancaman.

MAD juga mengaku menerima uang Rp 500 ribu setelah kejadian tersebut. Ia mengatakan pemberian uang itu disertai ancaman terhadap dirinya dan keluarganya.

Namun, cerita tersebut ternyata belum selesai. Setelah kembali bekerja, MAD mengaku beberapa kali dipanggil ke ruangan SSY. Ia menyebut dugaan pelecehan kembali terjadi di sebuah bilik kamar yang berada di ruangan tersebut.

Menurut MAD, ancaman serupa terus digunakan agar dirinya tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain. Ia juga mengaku pada 21 Mei 2026 kembali mendapat tekanan agar mau tinggal di rumah SSY.

MAD diketahui bekerja sebagai sekretaris restoran. Ia mengungkapkan kejadian tersebut karena mengaku terus dihantui rasa takut akibat ancaman yang diterimanya.

Kasus ini pun mencuri perhatian setelah MAD menceritakan pengalamannya. Dugaan yang disampaikan MAD tetap perlu dibuktikan melalui proses hukum dan keterangan dari pihak terkait. (Nit)

Related Articles

Back to top button