Kesehatan

Kemenkes Ungkap Dokter Internsip yang Tewas Jatuh dari Apartemen Punya Riwayat Gangguan Mental Sejak Koas

Gemanusantara.com– Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkap hasil investigasi terkait meninggalnya seorang dokter peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) yang ditemukan tewas setelah jatuh dari sebuah apartemen di Jakarta Selatan. Dari hasil penelusuran, dokter tersebut diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan mental sejak masih menjalani pendidikan koas.

Dikutip dari detikHealth, Rabu (29/7), Direktur Jenderal SDM Kesehatan Kemenkes RI, Yuli Farianti, mengatakan temuan itu menjadi bahan evaluasi penting dalam penyelenggaraan program internsip ke depan.

“Rupanya kita tidak tahu mereka punya riwayat sakit. Oh, semenjak koas dia mengonsumsi obat itu. Itu menjadi catatan yang harus clear,” ujar Yuli dalam konferensi pers.

Menurut Yuli, salah satu hal yang perlu dibenahi adalah pelaksanaan medical check up (MCU) peserta internsip. Selama ini, hasil pemeriksaan kesehatan dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal oleh wahana pendidikan sehingga riwayat kesehatan peserta berpotensi terlewat.

“MCU dilakukan di tempat-tempat yang tidak valid, dan kami menyarankan hasil MCU dilihat oleh wahana, bukan disimpan di laci. Kalau disimpan di laci, padahal ada catatan khusus yang terlupakan, itu menjadi masalah,” katanya.

Ia menilai pendamping peserta internsip memiliki peran penting dalam memantau kondisi kesehatan maupun perubahan perilaku peserta selama menjalani program.

“Orang terdekat dari peserta internsip adalah pendamping. Pada saat pendamping tidak diberi tahu atau tidak ingin tahu dengan peserta internsipnya, maka akan terjadi seperti ini,” ucapnya.

Karena itu, Yuli meminta setiap pendamping lebih peka terhadap kondisi peserta. Jika ditemukan perubahan perilaku atau masalah kesehatan tertentu, pendamping diminta segera melakukan pendalaman atau melaporkannya secara berjenjang hingga ke tingkat provinsi bila diperlukan.

“Kita harus tahu, kalau memang ada perilaku atau hal-hal khusus yang harus diperdalam. Kalau memang tidak bisa, laporkan ke provinsi, naik ke atas,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kemenkes juga mengungkapkan sepanjang 2026 sudah ada enam peserta Program Internsip Dokter Indonesia yang meninggal dunia. Seluruh kasus tersebut telah diaudit dan diinvestigasi bersama tim gabungan.

“Tahun ini sudah enam peserta internsip pada program tahun 2026. Kami memberikan perhatian khusus pada setiap kasus yang terjadi dan menjadi bahan evaluasi kami. Setiap kejadian telah dilakukan audit medis dan investigasi bersama tim gabungan,” ujar Yuli.

Berdasarkan hasil investigasi, Kemenkes menyebut seluruh kematian peserta internsip pada tahun ini disebabkan oleh kondisi medis masing-masing dan tidak berkaitan dengan penyelenggaraan program.

“Semua karena sakit. Yang lainnya tidak ada pada proses penyelenggaraan,” tegasnya. (Nit)

Related Articles

Back to top button