SAMARINDA

Kesiapsiagaan Bencana Jadi Perhatian, DPRD Samarinda Dorong Penguatan SDM dan Peralatan BPBD

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar

Gemanusantara.com – Komisi III DPRD Kota Samarinda menilai peningkatan kesiapsiagaan bencana perlu menjadi perhatian serius melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana, serta dukungan anggaran yang memadai bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan optimal.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan penguatan kapasitas BPBD menjadi salah satu pembahasan dalam rapat dengar pendapat (RDP) terkait realisasi anggaran 2026, evaluasi program, serta rencana kerja dan anggaran (RKA) tahun 2027.

Menurut Deni, BPBD memiliki peran strategis dalam menghadapi potensi bencana di daerah sehingga dukungan terhadap kebutuhan operasional, tenaga teknis, hingga peralatan tidak boleh diabaikan.

“Kami berharap ada dukungan dari TAPD untuk penambahan tenaga teknis maupun kebutuhan peralatan. Kesiapsiagaan bencana tidak boleh diabaikan karena yang kita inginkan adalah upaya pencegahan, bukan hanya bergerak setelah bencana terjadi,” katanya, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan, dalam pembahasan bersama DPRD, BPBD menyampaikan masih terdapat sejumlah kebutuhan yang perlu diperkuat, terutama terkait sarana pendukung dan tenaga teknis pada Tim Reaksi Cepat (TRC). Ketersediaan personel dan fasilitas yang memadai dinilai akan berpengaruh terhadap efektivitas respons saat terjadi bencana.

Selain aspek penanganan, Deni juga menekankan pentingnya memperkuat mitigasi melalui sosialisasi dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Menurutnya, pemahaman masyarakat menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko serta dampak ketika terjadi kondisi darurat.

Dari sisi anggaran, Komisi III mencatat realisasi anggaran BPBD hingga Juni 2026 telah mencapai lebih dari 59 persen dari total pagu sekitar Rp10,2 miliar. Sementara untuk tahun 2027, terdapat usulan peningkatan anggaran menjadi sekitar Rp16 miliar guna menunjang berbagai kebutuhan penanggulangan bencana.

“Serapan anggaran hingga bulan Juni sudah lebih dari 59 persen. Untuk tahun 2027 juga ada usulan kenaikan anggaran menjadi sekitar Rp16 miliar dan kami berharap tidak lagi mengalami pemangkasan karena kebutuhan penanggulangan bencana cukup besar,” ujarnya.

Deni menambahkan, berdasarkan indikator yang dipaparkan BPBD, indeks risiko bencana Kota Samarinda terus menunjukkan perbaikan, sementara indeks ketahanan daerah mengalami tren positif. Capaian tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan melalui penguatan kelembagaan dan dukungan program yang berkelanjutan.

Komisi III DPRD Kota Samarinda memastikan akan kembali membahas berbagai kebutuhan BPBD bersama Badan Anggaran DPRD agar penguatan penanggulangan bencana dapat menjadi salah satu perhatian dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027. (Adv/Sal)

Related Articles

Back to top button