SAMARINDA

Ramai Soal Mobil Dinas Wali Kota, Ketua DPRD Samarinda Minta Publik Tak Berspekulasi

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, meminta masyarakat tidak terburu-buru berspekulasi terkait polemik kendaraan dinas yang digunakan Wali Kota Samarinda yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Menurutnya, persoalan tersebut sebaiknya disikapi secara bijak dengan memberikan ruang kepada Pemerintah Kota Samarinda untuk menjelaskan kebijakan yang diambil.

“Kita berpikir positif saja. Kita serahkan kepada pemerintah kota terkait kebijakan yang mereka ambil,” ungkap Helmi, Senin (16/3/2026).

Ia menilai, setiap pemerintah daerah memiliki kebijakan masing-masing dalam menentukan fasilitas operasional kepala daerah, termasuk terkait kendaraan dinas yang digunakan untuk menunjang aktivitas pemerintahan.

Meski demikian, Helmi mengatakan pemerintah daerah tetap perlu memperhatikan respons masyarakat apabila kebijakan tersebut menimbulkan perbincangan di ruang publik.

“Kalau memang masyarakat menilai kebijakan itu berlebihan, tentu pemerintah atau wali kota bisa melakukan evaluasi,” ujarnya.

Helmi juga menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, kendaraan dinas yang menjadi perbincangan tersebut menggunakan skema penyewaan, bukan pembelian oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, sistem penyewaan memiliki beberapa kelebihan karena pemerintah tidak perlu menanggung biaya tambahan seperti perawatan kendaraan.

“Yang saya tahu dari pemerintah kota itu sifatnya bukan pengadaan mobil, tapi penyewaan. Biasanya dengan sistem sewa tidak ada biaya overhead personal,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengakui sistem tersebut juga memiliki kelemahan karena kendaraan tersebut tidak tercatat sebagai aset milik pemerintah daerah.

Meski begitu, Helmi menilai baik skema pembelian maupun penyewaan sebenarnya dapat diterapkan selama kebijakan tersebut dinilai paling efektif dan efisien bagi pemerintah daerah.

“Pengalaman kami selama ini dua-duanya bisa saja dijalankan. Tinggal mana yang dianggap paling baik,” pungkasnya. (Nit)

Related Articles

Back to top button