SAMARINDA

Tiang 40 Meter Miring, PUPR Akui Ada Kelabilan Tanah di Proyek Driving Range Segiri

Gemanusantara.com – Insiden kemiringan tiang penyangga jaring setinggi 40 meter di Driving Range Golf kawasan Stadion Segiri Samarinda memunculkan sorotan serius terhadap kualitas konstruksi proyek bernilai fantastis tersebut.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda mengakui adanya indikasi kelabilan struktur tanah pada bagian bawah konstruksi yang menjadi penyebab kemiringan tiang.
Sekretaris DPUPR Samarinda, Hendra Kusuma, menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh disikapi sebatas perbaikan fisik semata tanpa mengurai akar masalahnya.

“Seharusnya tidak cuma diperbaiki saja, tapi dicari kenapa bisa kejadian seperti itu. Jangan sampai nanti diperbaiki, kejadian lagi karena tidak ketemu sebabnya. Masih tanggung jawab penyedia selama masa pemeliharaan enam bulan ke depan,” tegasnya, Rabu (4/3/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus memastikan bahwa pembiayaan perbaikan tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena proyek masih berada dalam masa pemeliharaan dan menjadi tanggung jawab penuh penyedia jasa.

Namun demikian, pengakuan adanya dugaan ketidakstabilan tanah menimbulkan pertanyaan baru. Pasalnya, pekerjaan beton penyangga bagian bawah telah dikerjakan sejak 2024, jauh sebelum fasilitas rampung pada akhir 2025.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan driving range, Hendra Irawan, menjelaskan bahwa keputusan menurunkan tiang dilakukan sebagai langkah antisipatif sebelum terjadi keruntuhan total.

“Itu pekerjaan tahun 2024, namun secara umum kami menduga ada kelabilan dari struktur tanah itu. Makanya sebelum dia runtuh, ketika agak miring, kita turunkan duluan sampai ke lapisan dasar bawah untuk kita lakukan repair ulang,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, saat ini proses perbaikan difokuskan pada penguatan lapisan dasar melalui pemancangan ulang sebelum tiang raksasa tersebut didirikan kembali ke posisi semula. PUPR menargetkan perbaikan dapat selesai dalam waktu sekitar satu minggu.

“Itu diperbaiki dari bawah kembali, baru dipasang lagi tiangnya seperti semula. Kemungkinan seminggu ke depan,” tambahnya.

Meski demikian, insiden ini tetap menyisakan tanda tanya publik terhadap proses perencanaan dan pengujian struktur awal, terutama mengingat fasilitas ini diproyeksikan sebagai driving range golf digital pertama di Kalimantan dengan nilai proyek yang tidak kecil.

Terkait jadwal pembukaan resmi fasilitas, PUPR menyatakan keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan Sekretariat Daerah.

“Itu haknya sekretaris daerah, sudah kami serahkan ke sana,” tutup Hendra Irawan. (Nit)

Related Articles

Back to top button