Tak Sekadar Penutup, Pemkot Samarinda Kaji Solusi Teknis Bangunan untuk Pasar Pagi

Gemanusantara.com – Persoalan tempias hujan yang kerap mengganggu aktivitas pedagang di Gedung Pasar Pagi Samarinda tidak ditangani secara instan. Pemerintah Kota Samarinda menyiapkan penanganan berbasis kajian teknis bangunan agar solusi yang diterapkan efektif, aman, dan tidak mengganggu struktur gedung.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani, menjelaskan bahwa sejak tahap perencanaan, pembangunan Pasar Pagi dikerjakan bersama Dinas PUPR. Karena itu, setiap penanganan lanjutan, termasuk persoalan tempias hujan, harus tetap mengacu pada desain dan standar konstruksi yang telah ditetapkan.
“Ini tidak bisa asal ditutup. Dari awal pembangunannya memang dikerjakan bersama PUPR, sehingga penanganan tempias juga harus mengikuti desain dan struktur bangunan yang ada,” jelas Nurrahmani, Jum’at (27/2/2026).
Solusi yang disiapkan berupa pemasangan sistem penutup bangunan dengan mekanisme sliding door di sejumlah titik rawan, seperti sisi samping, bagian atas, dan bawah gedung. Skema ini dipilih karena dinilai fleksibel dan tidak bersifat permanen, sehingga tidak mengubah konstruksi utama pasar.
“Konsepnya sliding door, jadi bisa dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan tanpa merusak struktur,” ujarnya.
Dari sisi material, penutup dirancang menggunakan rangka aluminium yang dipadukan dengan mika akrilik. Pemilihan bahan tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kekuatan, keamanan, dan beban bangunan.
“Bahannya aluminium dengan penutup mika akrilik supaya ringan dan tidak membebani gedung,” kata Nurrahmani.
Ia menambahkan, sistem sliding door juga memudahkan operasional bagi pedagang karena tidak menggunakan rel konvensional yang rawan macet dan rusak. Mekanisme tersebut dinilai lebih praktis dan aman dalam jangka panjang.
Dalam waktu dekat, kontraktor akan memasang prototype penutup sliding door di salah satu lantai Pasar Pagi, kemungkinan di lantai dua atau tiga. Uji coba ini bertujuan untuk melihat efektivitas desain sebelum diterapkan secara menyeluruh di seluruh area.
“Nanti akan dipasang dulu contoh atau prototype, setelah itu dievaluasi sebelum dipasang secara keseluruhan,” jelasnya.
Terkait anggaran, Disdag masih berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menentukan skema pembiayaan. Penanganan dapat dilaksanakan melalui Dinas PUPR atau dititipkan ke Disdag sesuai hasil pembahasan.
“Kami akan koordinasikan kembali dengan TAPD, apakah anggarannya di PUPR atau Disdag. Yang jelas kami siap mengawal supaya penanganan ini bisa segera terealisasi,” pungkasnya. (Nit)



