Dorong Pengolahan Sampah Plastik Jadi BBM, DPRD Samarinda Bakal Gandeng Sekolah dan Kampus

Gemanusantara.com — Komisi III DPRD Kota Samarinda mendorong pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) melalui teknologi pirolisis sebagai upaya mengurangi persoalan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.
Gagasan tersebut muncul usai Komisi III melakukan studi banding ke Kota Cimahi dan melihat langsung teknologi pengolahan sampah plastik menjadi BBM. Teknologi itu dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan di Samarinda.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Adriansyah, mengatakan pengolahan sampah tidak seharusnya berhenti pada proses pembuangan, tetapi juga perlu diarahkan agar memiliki nilai manfaat ekonomi.
“Plastik ini sebenarnya masih bisa dimanfaatkan. Jadi bukan hanya menjadi limbah, tetapi bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang bernilai bagi masyarakat,” ungkap Adriansyah, Selasa (26/5/2026).
Untuk pengembangannya, DPRD berencana menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sekolah kejuruan, hingga perguruan tinggi di Samarinda. Kolaborasi tersebut ditujukan agar riset dan pengembangan alat dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Kita ingin anak-anak SMK dan mahasiswa ikut mempelajari dan mengembangkan teknologi ini. Jadi ada proses belajar sekaligus inovasi yang bisa lahir dari daerah sendiri,” sebutnya.
Selain membantu pengurangan sampah plastik, program tersebut juga diharapkan dapat menghadirkan alternatif energi yang lebih terjangkau bagi masyarakat di tengah tingginya kebutuhan BBM.
Tak hanya itu, DPRD juga mewacanakan pelibatan warga binaan lembaga pemasyarakatan dalam pembuatan alat pirolisis sebagai bagian dari program pemberdayaan keterampilan.
Saat ini rencana tersebut masih berada pada tahap awal pembahasan dan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait. (Nit/Adv)


