Stok Beras Samarinda Aman Tiga Bulan, Bulog Siapkan Perluasan Agen di Pasar

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani

Gemanusantara.com – Ketersediaan beras di Kota Samarinda dipastikan masih mencukupi untuk kebutuhan sekitar tiga bulan ke depan. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama Bulog juga terus memperkuat distribusi pangan, termasuk melalui rencana pembukaan lebih banyak agen di pasar.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani, mengatakan kepastian stok tersebut diperoleh melalui koordinasi rutin dengan Bulog. Pemerintah terus memantau ketersediaan komoditas untuk mencegah gangguan pasokan yang dapat memicu kenaikan harga.

“Kalau Bulog, insyaallah komunikasi dengan kita selalu menyampaikan untuk tiga bulan ke depan aman. Bahkan mereka juga ingin membuka agen-agen di pasar untuk mempercepat penyaluran,” jelasnya, Senin (21/9/2026).

Samarinda sendiri masih bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah karena bukan wilayah utama penghasil sejumlah komoditas. Karena itu, kelancaran distribusi menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan kestabilan harga di tingkat konsumen.

Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan, Nurrahmani memastikan hingga kini belum ditemukan bahan pokok penting yang mengalami kelangkaan. “Tidak ada bahan yang langka atau tidak ada sama sekali. Kemarin beras sempat meningkat karena kebutuhan Maulid, tetapi setelah itu kondisinya kembali wajar,” ungkapnya.

Kenaikan juga terjadi pada telur dengan perubahan harga sekitar Rp1.000 per piring. Sementara harga cabai dipengaruhi kondisi kemarau serta pasokan dari daerah produsen yang harus didistribusikan ke berbagai wilayah.

Untuk membantu menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok, Pemkot bersama sejumlah pihak telah menggelar pasar murah di 20 titik yang tersebar di seluruh kecamatan. Sekitar 30 ton beras, 800 dus minyak goreng, serta 2.000 tabung gas telah disalurkan melalui kegiatan tersebut.

“Semua kecamatan kita masuk. Jadi satu kecamatan ada dua titik, dan kegiatan pasar murah di 20 titik itu sudah kami datangi,” kata Nurrahmani.

Menurutnya, keberadaan stok menjadi kunci dalam menjaga pergerakan harga tetap terkendali. Selama barang tersedia dan distribusi berjalan lancar, perubahan harga dinilai masih dapat berada dalam batas yang wajar.

“Yang paling penting sebenarnya stok barang harus ada. Kalau barangnya tersedia, kemudian harganya masih dalam batas wajar, insyaallah kondisi Samarinda aman,” ujarnya.

Disdag juga melakukan pemantauan harga setiap hari dan akan mengecek distributor apabila ditemukan lonjakan pada komoditas tertentu. Khusus cabai, pemerintah turut mendorong gerakan menanam cabai di lingkungan masyarakat untuk membantu memenuhi sebagian kebutuhan secara mandiri.

Dengan stok beras yang masih mencukupi dan distribusi yang terus dipantau, Pemkot Samarinda akan menjaga koordinasi dengan Bulog, distributor serta pemasok dari luar daerah. Langkah tersebut diarahkan untuk mempertahankan ketersediaan bahan pangan sekaligus mencegah gejolak harga di tingkat masyarakat. (sal)

Exit mobile version