Revitalisasi Pasar Pagi Dipertanyakan, DPRD Samarinda Nilai Belum Menyentuh Kebutuhan Pedagang

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Program revitalisasi Pasar Pagi Samarinda mulai menuai kritik dari DPRD. Bukan hanya soal pelaksanaan di lapangan, dewan kini mempertanyakan apakah konsep penataan yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pedagang.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menilai pembangunan fisik yang dilakukan belum tentu sejalan dengan realitas aktivitas perdagangan. Ia melihat ada jarak antara perencanaan dan kondisi riil yang dihadapi pelaku usaha di pasar.

“Revitalisasi itu bukan sekadar membangun ulang. Harus dipastikan konsepnya memang menjawab kebutuhan pedagang,” jelas Iswandi, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, jika perencanaan tidak berpijak pada pola aktivitas pasar yang sudah ada, maka hasilnya berisiko tidak optimal. Bahkan, tidak menutup kemungkinan pedagang kesulitan beradaptasi dengan sistem yang baru.

“Kalau konsepnya tidak sesuai, yang terjadi justru pedagang yang menyesuaikan diri dengan susah payah, bukan pasar yang memfasilitasi mereka,” bebernya.

Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap desain dan pengelolaan pasar, mulai dari penempatan kios hingga alur aktivitas jual beli. Hal tersebut dinilai krusial agar pasar tetap hidup dan tidak kehilangan karakter utamanya.

“Pasar tradisional punya dinamika sendiri. Tidak bisa disamakan begitu saja dengan konsep modern tanpa penyesuaian,” tegasnya.

DPRD mendorong pemerintah kota untuk tidak ragu melakukan peninjauan ulang jika ditemukan ketidaksesuaian di lapangan. Evaluasi dianggap sebagai langkah penting agar revitalisasi benar-benar memberi dampak bagi perekonomian masyarakat.

“Kalau perlu diperbaiki, ya harus diperbaiki. Jangan sampai sudah dibangun, tapi tidak dimanfaatkan secara maksimal,” tutupnya. (Nit)

Exit mobile version