
Gemanusanatara.com – Aktivitas di Pasar Segiri mulai menggeliat kembali setelah kebakaran yang sempat melumpuhkan kawasan tersebut. Sejumlah pedagang kini bersiap menempati bangunan sementara yang telah disiapkan pemerintah.
Pembangunan fasilitas darurat ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan aktivitas jual beli. Meski belum bersifat permanen, keberadaan lapak sementara dinilai cukup untuk menopang kegiatan ekonomi pedagang dalam waktu dekat.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Samarinda, Andriyani Hanina, memastikan seluruh bagian utama bangunan telah diselesaikan.
“Struktur dasarnya sudah siap dipakai. Tiang, rangka atap, pembatas lapak, sampai lantai sudah kita kerjakan,” ungkap Andriyani, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, proses pembangunan tidak bisa langsung dilakukan setelah kebakaran. Tim terlebih dahulu harus membersihkan puing dan sisa material yang masih menumpuk di lokasi.
Setelah area dinyatakan bersih, pekerjaan dilanjutkan dengan penimbunan sebelum akhirnya dilakukan pengecoran lantai agar area kembali layak digunakan.
“Memang perlu waktu di awal karena kondisi lokasi cukup berat, banyak sisa kebakaran yang harus ditangani dulu,” jelasnya.
Untuk sementara, fasilitas yang disiapkan masih terbatas pada bangunan utama. Kebutuhan seperti sambungan listrik dan perlengkapan berdagang akan dipenuhi secara mandiri oleh para pedagang.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,1 miliar untuk pembangunan darurat ini. Dana tersebut difokuskan pada penyediaan tempat agar pedagang bisa segera kembali berjualan tanpa harus menunggu pembangunan permanen.
Dengan rampungnya pembangunan ini, para pedagang diharapkan dapat segera menata kembali lapak mereka dan secara bertahap memulihkan aktivitas ekonomi yang sempat terhenti. (Nit)