Nasional

Purbaya Ungkap Banyak Sekolah Minta Program MBG, Sinyal Makan Gratis Makin Diterima Masyarakat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai bertemu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (Menkueri)

Gemanusantara.com– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) rupanya masih banyak diminati. Bukan cuma soal pemerintah yang terus menjalankan program tersebut, ternyata sejumlah sekolah dan wali murid disebut ikut meminta agar MBG tetap diberikan.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai bertemu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. Dilansir dari CNBC, Purbaya menyebut permintaan dari sekolah-sekolah tersebut cukup banyak bahkan dinilainya sudah terbilang masif.

“Saya tanya-tanya aja ada nggak sekolah yang minta? Pokoknya banyak yang minta. Dan itu cukup masif yang minta,” kata Purbaya.

Menurutnya, banyaknya permintaan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa program yang menjadi andalan Presiden Prabowo Subianto itu mendapat respons positif dari sebagian masyarakat.

“Artinya, program MBG ini sebagian masyarakat menurut saya amat baik. Dari sekolah-sekolahnya yang masih banyak minta itu,” ujarnya.

MBG sendiri sejak awal menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo. Anggarannya juga bukan kecil, karena pemerintah harus menyiapkan dana hingga ratusan triliun rupiah untuk menjalankan program tersebut.

Besarnya anggaran itu membuat MBG ikut menjadi perhatian. Bahkan, program ini sempat membuat investor waswas lantaran ada kekhawatiran terhadap kondisi defisit anggaran pemerintah.

Purbaya pun meminta agar data mengenai sekolah yang menginginkan program MBG dibuka ke publik. Menurut dia, masyarakat perlu tahu seberapa besar sebenarnya penerimaan terhadap program tersebut.

“Saya bilang, kalau itu Anda umumkanlah ke publik, berapa yang sekolah yang minta itu. Sehingga orang tahu bahwa memang sebagian masyarakat menyukai program ini. Kalau nggak bilang semuanya ya, sebagian besar,” terang Purbaya.

Di sisi lain, BGN berencana memperluas layanan MBG ke wilayah yang selama ini masih membutuhkan perhatian lebih. Wilayah 3T, pondok pesantren hingga sejumlah daerah di luar Jawa masuk dalam rencana penambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menariknya, penambahan layanan tersebut disebut tidak akan diikuti tambahan anggaran.

Purbaya mengatakan anggaran untuk kebutuhan tersebut akan dilakukan melalui realokasi dari pos lain.

“Yang 3T itu termasuk tahun depan, dia bilang akan ada realokasi dari satu pos ke pos itu. Dananya boleh nggak dipakai? Boleh,” tegasnya. (Nit)

Related Articles

Back to top button