Pelajar SMPN 4 Samarinda Rentan Risiko Setelah JPO Dibongkar, Dishub Berlomba Hadirkan Jalur Aman

Gemanusantara.com– Dibongkarnya jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan SMPN 4 Samarinda membuat keamanan pelajar sempat berada dalam situasi rawan. Selama beberapa bulan, para siswa terpaksa menyeberang tanpa fasilitas memadai di salah satu ruas jalan tersibuk di Kota Tepian.
Kondisi tersebut dikeluhkan para guru dan orang tua yang setiap hari menyaksikan anak-anak menembus arus kendaraan yang padat. Kekhawatiran meningkat karena Jalan Juanda merupakan jalur nasional dengan kecepatan kendaraan yang tinggi.
Untuk menjawab kekosongan fasilitas itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda akhirnya memasang zebra cross sebagai solusi darurat. Meski sederhana, fasilitas ini dianggap langkah paling realistis sembari pemerintah menyiapkan opsi penyeberangan jangka panjang.
“Kami bergerak secepat mungkin karena keselamatan anak-anak tidak bisa menunggu,” ujar Budi, Staf Lalu Lintas Dishub Samarinda, Jumat (28/11/2025).
Menurutnya, pemasangan marka jalan tidak bisa dilakukan instan karena wilayah tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Setiap rencana harus melewati verifikasi berlapis, mulai dari Balai Pengelola Transportasi Darat di Balikpapan hingga Kementerian Perhubungan.
“Kajian teknis kami sampai dua kali dipresentasikan secara daring sebelum izin rekayasa lalu lintas diterbitkan,” jelasnya.
Setelah izin turun, Dishub langsung mengeksekusi penggarisan zebra cross dan menyesuaikan median jalan yang sebelumnya terlalu tinggi. Penurunan median dikerjakan oleh Dinas PUPR, sementara rambu peringatan dan tanda penyeberangan akan dipasang menyusul.
Dishub menilai, pembangunan ulang JPO sebenarnya masih memungkinkan, tetapi membutuhkan proses panjang serta alokasi anggaran besar. Sementara itu, kebutuhan keselamatan pelajar bersifat mendesak.
“Karena urgensinya tinggi, zebra cross ini jadi langkah tercepat untuk memastikan akses penyeberangan aman bagi siswa dan masyarakat,” tambah Budi.
Seluruh pekerjaan pendukung dibiayai APBD, termasuk perbaikan median. Pemerintah kota berharap pemasangan fasilitas sementara ini dapat menekan potensi kecelakaan yang mengintai pelajar setiap jam pulang sekolah. (Nit)



