
Gemanusantara.com — Banjir yang kerap merendam ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 012 Lok Bahu, Samarinda, menjadi sorotan Komisi IV DPRD Kota Samarinda. Kondisi tersebut dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung pada proses belajar mengajar siswa.
Saat hujan deras mengguyur kawasan Loa Bahu, air disebut kerap masuk hingga ke dalam ruang kelas. Situasi ini membuat aktivitas belajar siswa terganggu dan memicu kekhawatiran terhadap kenyamanan lingkungan sekolah.
Menindaklanjuti laporan warga dan pihak sekolah, Komisi IV DPRD Samarinda melakukan peninjauan langsung ke sekolah yang berlokasi di Jalan Karam Mulya 1 RT 18, Kelurahan Loa Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, mengatakan genangan air yang masuk ke dalam kelas merupakan persoalan serius yang harus segera ditangani.
“Setiap hujan deras, air bisa masuk sampai ke dalam kelas. Kondisi ini tentu sangat mengganggu proses belajar mengajar siswa,” kata Ismail, Kamis (5/3/2026).
Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, fasilitas pendidikan yang memadai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Karena itu, persoalan infrastruktur di lingkungan sekolah tidak boleh diabaikan.
Kemudian, ia juga menilai salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah mengevaluasi sistem drainase di sekitar sekolah yang diduga menjadi penyebab genangan air saat hujan.
“Drainase di depan sekolah perlu ditinjau kembali. Kalau memang perlu diperbaiki, tentu harus segera dilakukan agar persoalan banjir ini tidak terus berulang,” jelasnya.
Selain itu, Ismail menyebut perbaikan fasilitas sekolah dapat dilakukan secara bertahap jika pembangunan secara menyeluruh belum memungkinkan dilakukan dalam waktu dekat.
Meski demikian, ia mengakui kepastian waktu penanganan masih bergantung pada kemampuan anggaran Pemerintah Kota Samarinda yang akan dibahas lebih lanjut.
“Untuk kepastian pengerjaannya tentu akan disesuaikan dengan kondisi anggaran daerah,” pungkasnya. (Nit)