Dugaan Kasus Kekerasan Seksual di Sekolah, TRC PPA Kaltim Tekankan Pentingnya Perlindungan dan Pendampingan

Kuasa Hukum TRC PPA Sudirman, (tengah) bersama Ketua TRC PPA, Rina Zainun (kiri). (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur menekankan pentingnya perlindungan menyeluruh bagi korban dalam penanganan dugaan kasus kekerasan seksual yang melibatkan oknum guru di salah satu SMK di Samarinda.

Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, mengatakan dalam kasus yang melibatkan anak di bawah umur, perhatian utama tidak hanya pada proses hukum, tetapi juga pada kondisi psikologis para korban.

Menurutnya, korban kekerasan seksual sering mengalami tekanan mental yang cukup berat sehingga membutuhkan pendampingan khusus agar dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.

“Pendampingan terhadap korban harus menjadi prioritas. Selain proses hukum, mereka juga membutuhkan dukungan psikologis agar tidak mengalami trauma berkepanjangan,” ucap Rina
Sabtu (7/3/2026).

TRC PPA Kaltim juga menilai lingkungan pendidikan harus mampu memberikan rasa aman bagi siswa. Karena itu, setiap dugaan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan sekolah perlu ditangani secara serius dan transparan.

Kuasa hukum TRC PPA Kaltim, Sudirman, mengungkapkan pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman terhadap informasi yang diterima dari sejumlah pihak terkait kasus tersebut.

Ia menyebut dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum guru tersebut tidak hanya berkaitan dengan komunikasi yang tidak pantas, tetapi juga diduga telah mengarah pada tindakan yang lebih serius terhadap korban yang saat kejadian masih berstatus sebagai siswi aktif.

“Kami masih terus melakukan pendalaman dan memastikan bahwa proses penanganan berjalan sesuai aturan serta memberikan perlindungan maksimal bagi para korban,” jelasnya.

TRC PPA berharap seluruh pihak terkait, termasuk institusi pendidikan dan pemerintah daerah, dapat memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut serta memastikan korban mendapatkan perlindungan yang layak.

Menurut mereka, langkah tersebut penting agar kasus serupa tidak kembali terjadi dan lingkungan sekolah tetap menjadi tempat yang aman bagi seluruh peserta didik. (Nit)

Exit mobile version