
Gemanusantara.com, Bontang- Kasus stunting di Kota Bontang ternyata masih menjadi perhatian utama bagi DPRD Bontang, pasalnya kasus stunting itu tidak boleh ditunda-tunda hingga berujung fatal, harus ditangani segera.
Sorotan itu datang dari Wakil Ketua Komisi A DPRD Bontang, Ubayya Bengawan. Dia mengingatkan bahwa kasus stunting tidak boleh main-main, karena ini soal nasib generasi Kota Taman ke depan. Sehingga pihaknya meminta Pemkot Bontang segera membereskan masalah sosial kesehatan masyarakat ini.
“Terutama bagi tim kesehatan, kelurahan-kelurahan harus bekerja keras. Kalau lamban, kami minta supaya Pemkot Bontang segera copot pejabatnya,” tegasnya.
Meski saat ini, disebutkan Ubayya, bahwa Pemkot Bontang menyiapkan penghargaan bagi setiap kelurahan yang berhasil mengatasi kasus stunting yaitu diberi bonus hingga Rp500 juta.
“Bonus ini bagian dari memberikan penghargaan kepada kelurahan yang berhasil menangani kasus stunting dengan baik dan sesuai target, tapi sebagai pemerintah motivasi bukan bonus jadi tolak ukur, tapi kita hadir dengan tulus Ikhlas mengentaskan kasus stunting di tengah masyarakat,” tututnya.
Tapi, kata Ubayya, apabila ada tim kesehatan atau kelurahan yang tidak bekerja secara baik, maka Pemkot Bontang harus tegas memberikan sanksi, jadi bukan hanya penghargaan saja.
“Penanganan stunting tidak cukup hanya dengan seremoni penghargaan. Tapi, juga harus berani memberi hukuman bagi kelurahan yang kinerjanya buruk, supaya semua harus serisu berkerja melayani masyarakat,” ujarnya.
Dia menyebut bentuk hukuman tidak harus langsung berupa pencopotan jabatan. Namun, minimal ada sanksi sosial agar aparatur kelurahan merasa bertanggung jawab terhadap capaian wilayahnya.Salah satunya dengan mengumumkan kelurahan yang memiliki angka stunting tertinggi atau gagal mencapai target penurunan
“Supaya mereka juga merasakan bahwa kinerjanya buruk diumumkan supaya semua tahu kinerjanya,” tegasnya.
Selain itu, Politisi Golkar ini juga mengingatkan bagi kelurahan yang telah menunjukan kinerja baik hingga mendapatkan bonus dan penghargaan, maka kinerjanya harus terus ditingkatkan supaya kasus stunting segera teratasi.
“Dan bonus berupa uang itu adalah operasional tambahan untuk tim kesehatan dan kelurahan agar berkerja lebih maksimal lagi,” tukasnya.
Menurutnya, dana itu sebaiknya dipakai untuk program konkret seperti pemberian makanan tambahan bagi balita, ibu hamil dan peningkatan sanitasi lingkungan hingga pembangunan fasilitas pendukung kesehatan masyarakat.
“Pengggunaan anggaran itu harus terarah dan mendukung program pengentasan kasus stunting,” sebutnya.
Dirinya mengharapkan agar seluruh tim kesehatan dan kelurahan terus bekerja dan berkolaborasi untuk menangani kasus stuting. Sehingga, ke depan generas mud aini tumbuh kembang dengan baik dan cerdas sebagai upaya untuk mencetak generasi emas di masa mendatang. (ard/rsm/adv)