DPRD Bontang Dorong Pemkot Datangkan Investor yang Berinvestasi Jangka Panjang hingga Berdampak pada Ekonomi Masyarakat

Gemanusantara.com, Bontang- Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi berpandangan bahwa Bontang saat ini tidak bisa hanya bergantung pada industri yang telah berdiri selama puluhan tahun. Daerah harus mulai menyiapkan sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan usaha berbasis produk turunan.
Menurutnya, pengembangan industri turunan dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Kota Bontang di masa mendatang.
“Bontang harus pengembangkan usaha lain yang panjang, Jangan hanya bergantung pada industri yang sudah ada dan sedang beroperasi, tapi harus berinovasi,” ungkap Winardi.
Selama ini, dijelaskan Winardi, Bontang dikenal sebagai kota industri yang ditopang perusahaan besar di sektor pupuk dan gas. Namun keberadaan industri tersebut seharusnya mampu memicu lahirnya usaha-usaha baru yang memiliki keterkaitan langsung dengan rantai produksi.
Salah satu contoh yang disorot Winardi adalah pemanfaatan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) yang masih memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan dukungan investasi, material tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah.
“Skema invetasi ini yang perlu dikembangkan, karena jangka panjang dan sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan juga tentunya pendapatan daerah,” pungkasnya.
Winardi menilai peluang tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal karena belum adanya upaya promosi yang terarah kepada investor. Padahal, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan pelaku usaha sebelum membangun industri.
Paling penting ditegaskan Winardi adalah kepastian data dan dukungan pemerintah daerah. Investor memerlukan jaminan ketersediaan bahan baku dalam jangka panjang agar investasi yang ditanamkan dapat berjalan berkelanjutan.
“Investor membutuhkan kepastian bahan baku dan dukungan pemerintah,” tegasnya.
Dalam pandangannya, pemerintah daerah perlu menyusun peta investasi yang memuat potensi unggulan, kebutuhan industri, hingga peluang pengembangan usaha. Dokumen tersebut nantinya dapat menjadi alat promosi yang efektif dalam menarik penanam modal.
Dirinya optimistis, apabila industri turunan berkembang, manfaat ekonomi yang diperoleh daerah akan semakin besar. Selain membuka lapangan pekerjaan baru, investasi juga akan memberikan dampak terhadap pertumbuhan usaha lokal dan peningkatan pendapatan daerah.
(ard/rsm/adv)