KUTIM

Dinkes Kutim Rutin Lakukan Pemeriksaan Keamanan Pangan di Sekolah dan Warung Makan

Gemanusantara.com – Dinas Kesehatan Kutai Timur (Kutim) melalui petugas kesehatan lingkungan (kesling) terus melakukan pengawasan rutin terhadap keamanan pangan di berbagai fasilitas umum.

Pemeriksaan dilakukan setiap bulan, mencakup kantin sekolah, warung makan, hingga produk makanan yang dijual bebas.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur menjelaskan bahwa petugas kesling tidak hanya memeriksa kondisi tempat usaha, tetapi juga mengecek sertifikat kelayakan dan kualitas makanan.

Dalam beberapa kasus, petugas membeli sampel makanan tanpa sepengetahuan penjual untuk kemudian diuji di laboratorium.

“Misalnya ada kerupuk yang sedang laris, kita beli dan bawa ke lab. Kalau ternyata bersih, kita sampaikan. Tapi kalau ada kandungan berbahaya seperti boraks, kita edukasi pelan-pelan agar tidak digunakan lagi,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pendekatan persuasif menjadi kunci utama agar pedagang tidak merasa dirugikan dan tetap mau mengikuti aturan kesehatan.

“Kita tidak mempermalukan penjual. Kita sampaikan baik-baik karena mereka juga mengonsumsi makanan itu untuk anak dan keluarga mereka,” tambahnya.

Selain makanan, Dinkes Kutim juga melakukan pengecekan kualitas air, termasuk air minum isi ulang. Petugas memeriksa kadar pH dan parameter lainnya untuk memastikan layak konsumsi.

Untuk pemeriksaan tertentu, penyedia layanan air membiayai sendiri uji laboratorium, sementara Dinkes hanya memfasilitasi pengiriman sampelnya.

Menurut Plt Kadinkes, pengawasan paling intensif dilakukan di kantin sekolah karena menyangkut keamanan pangan bagi anak-anak.

“Yang utama memang di sekolah-sekolah, terutama kantin. Itu jadi perhatian khusus,” ujarnya.

Dinkes Kutim berharap langkah ini dapat meminimalkan risiko penggunaan bahan berbahaya dalam makanan serta memastikan seluruh produk yang beredar aman dikonsumsi masyarakat. (Adv/ma)

Related Articles

Back to top button