
Gemanusantara.com – Wali Kota Andi Harun yang akrab disapa AH angkat bicara terkait keluhan warga soal air keruh yang sempat terjadi di sejumlah wilayah di Samarinda. Ia meminta persoalan tersebut tidak dibesar-besarkan hingga menimbulkan kesan seolah-olah pelayanan air bersih di kota ini bermasalah secara menyeluruh.
Menurut AH, gangguan yang muncul terjadi dalam kondisi teknis tertentu, terutama saat proses pengurasan dan pembersihan instalasi maupun jaringan pipa dilakukan. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut bersifat sementara dan bukan kondisi yang berlangsung terus-menerus.
“Jangan didramatisasi. Kita harus objektif melihat persoalan. Dalam satu tahun terakhir pelayanan air bersih menunjukkan tren membaik. Tidak adil kalau satu kejadian langsung digeneralisasi,” tegasnya, Kamis (19/2/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah kota bersama PDAM tidak pernah mengklaim pelayanan berjalan tanpa kendala. Namun, karakter sumber air baku di Samarinda memang memiliki tantangan tersendiri dibanding daerah lain.
Selama ini, distribusi air bersih mengandalkan Sungai Karang Mumus dan Sungai Mahakam yang sangat dipengaruhi kondisi lingkungan serta tingkat sedimentasi. Kondisi tersebut membuat potensi kekeruhan bisa muncul, khususnya ketika dilakukan pembersihan jaringan.
AH mencontohkan kasus di kawasan Bengkuring, di mana pipa distribusi setiap hari dialiri air baku dengan tingkat kekeruhan tertentu. Saat pengurasan dilakukan, endapan dalam pipa dapat terangkat dan menyebabkan air tampak keruh dalam waktu singkat.
“Kalau ada pengurasan, endapan itu bisa naik. Tapi biasanya dua sampai tiga hari sudah kembali normal. Tidak berlangsung lama seperti yang dibayangkan,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan tetap membuka ruang kritik dan pemberitaan. Transparansi, menurutnya, adalah bagian penting dalam pelayanan publik. Namun ia berharap pemberitaan dilakukan secara proporsional.
“Silakan diberitakan, itu bagian dari keterbukaan. Tapi jangan satu kasus dianggap mewakili seluruh pelayanan kita. Itu tidak objektif,” katanya.
AH juga memastikan setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti cepat selama titik lokasi disampaikan secara jelas. Tim teknis disebut siap turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan perbaikan.
Di sisi lain, ia menyampaikan dukungan kepada para pegawai PDAM yang bekerja menjaga distribusi air tetap berjalan. Menurutnya, banyak petugas bekerja tanpa sorotan publik, bahkan hampir 24 jam untuk memastikan layanan tetap stabil.
“Saya tidak menutup mata terhadap kekurangan. Kita evaluasi dan perbaiki. Tapi kita juga harus adil melihat kerja keras mereka,” pungkasnya. (Nit)