DPRD Samarinda Dorong Standarisasi Sekolah Inklusif dan Akses Publik Ramah Disabilitas

Gemanusantara.com – DPRD Kota Samarinda melalui Komisi IV mendorong penguatan standar penyelenggaraan sekolah inklusif sekaligus pembenahan fasilitas umum agar lebih ramah bagi penyandang disabilitas.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menegaskan bahwa konsep sekolah inklusif tidak cukup hanya menerima siswa berkebutuhan khusus di sekolah reguler. Menurutnya, harus ada kesiapan menyeluruh dari sisi sumber daya manusia maupun infrastruktur.
“Sekolah inklusif itu menggabungkan anak berkebutuhan khusus dengan siswa reguler. Maka guru pendamping, sarana prasarana, dan aksesibilitas wajib disiapkan dengan standar yang memadai,” tutur Sri Puji, Kamis (26/2/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa kebijakan pendidikan inklusif telah memiliki dasar regulasi nasional yang kemudian diperkuat melalui Peraturan Daerah. Namun dalam implementasinya, masih diperlukan pembenahan agar layanan yang diberikan benar-benar optimal.
“Standarnya saat ini masih dasar. Ke depan tentu perlu penguatan, apalagi kita juga menunggu arah kebijakan dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang sedang dibahas di DPR RI,” tambahnya.
Menurut Sri Puji, peningkatan kapasitas guru menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung sistem pendidikan inklusif. Keberadaan guru pendamping khusus dinilai sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus.
Selain pendidikan, Komisi IV juga menyoroti kondisi fasilitas umum di Samarinda yang dinilai belum sepenuhnya ramah disabilitas. Infrastruktur dasar seperti trotoar dan akses publik lainnya masih banyak yang belum memenuhi standar ideal.
“Idealnya lebar trotoar minimal dua meter agar aman dan nyaman. Faktanya masih ada yang belum sesuai bahkan tidak memiliki trotoar. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” tegasnya.
DPRD berharap penguatan kebijakan inklusif tidak hanya berhenti pada regulasi, tetapi diwujudkan dalam bentuk layanan pendidikan dan fasilitas publik yang benar-benar setara bagi seluruh masyarakat.
Dengan langkah tersebut, Samarinda diharapkan dapat berkembang menjadi kota yang lebih inklusif, adil, dan ramah bagi semua warganya. (Nit)



