SAMARINDA

Potensi Zakat 2,5 Persen Dinilai Mampu Perkuat Ekonomi Umat di Samarinda

Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Optimalisasi zakat dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi umat sekaligus membangun solidaritas sosial di Kota Samarinda. Dengan ketentuan zakat sebesar 2,5 persen dari harta yang telah memenuhi nisab, potensi penghimpunan dana umat dinilai cukup besar apabila dikelola secara maksimal dan transparan.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun (AH) , mengajak masyarakat Muslim untuk meningkatkan kepatuhan dalam menunaikan zakat, termasuk memperbesar infak dan sedekah sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual dan sosial.

“Kita ingin kepatuhan terhadap syariat ini meningkat. Zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen sosial dan ekonomi yang sangat kuat jika dikelola dengan baik,” jelas AH, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, kewajiban zakat sebesar 2,5 persen yang dibayarkan umat Islam sejatinya memiliki dampak signifikan terhadap penguatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok fakir miskin, anak yatim, dan warga kurang mampu.

Ia menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berdimensi ibadah personal, tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme distribusi ekonomi yang mampu mengurangi kesenjangan sosial.

“Tujuan utamanya adalah menciptakan kohesi sosial. Dana zakat yang terhimpun harus benar-benar dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat dan memperkuat sendi-sendi perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, AH mendorong agar budaya berzakat, berinfak, dan bersedekah tidak hanya meningkat pada momentum Ramadan, tetapi menjadi kebiasaan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Menurutnya, semakin tinggi kepatuhan umat dalam menunaikan zakat 2,5 persen, semakin besar pula dampak sosial yang dapat dirasakan secara kolektif.

“Mudah-mudahan zakat, infak, dan sedekah ini membawa keberkahan, bukan hanya bagi yang menerima, tetapi juga bagi yang memberi,” pungkasnya. (Nit)

Related Articles

Back to top button