Di Tengah Ramadan, Pemkot Samarinda Pasang Barikade Lawan Lonjakan Harga

Gemanusantara.com – Di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama Ramadan, Pemerintah Kota Samarinda memperkuat pengawasan harga dan memastikan pasokan bahan pokok tetap aman. Sejumlah langkah intervensi disiapkan untuk mencegah lonjakan harga tak terkendali.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri atau Sae, menegaskan pengendalian inflasi harus dilakukan berbasis data lapangan. Pemkot mengandalkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk memantau pergerakan harga secara riil.
“Kita tidak bisa bekerja berdasarkan asumsi. Data SP2KP menjadi rujukan. Kalau cabai dan ayam mulai menekan inflasi secara nasional, di daerah kita harus lebih cepat mengamankan stok dan distribusi,” tegas Sae, Sabtu (21/2/2026).
Secara nasional, cabai rawit dan daging ayam ras tercatat menjadi penyumbang utama kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada pekan kedua Februari 2026. Harga cabai rawit bahkan melonjak 16,60 persen dibanding Januari dan melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP).
Di Samarinda, harga cabai rawit kini berada di kisaran Rp70 ribu hingga Rp75 ribu per kilogram. Untuk menahan tekanan harga, Pemkot menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan harga Rp60 ribu per kilogram.
“Intervensi ini untuk menjaga daya beli masyarakat. Jangan sampai Ramadan justru memberatkan,” ujarnya.
Dari sisi pasokan, Perumda Varia Niaga memastikan stok ayam beku dalam kondisi aman. Sebanyak 35 ton tersimpan di cold storage, ditambah buffer stock mingguan 15 ton. Kenaikan harga di tingkat produsen disebut dipengaruhi siklus produksi day old chick (DOC), namun distribusi ke Samarinda masih terkendali.
“Distribusi tetap lancar. Kami terus pantau agar tidak ada kelangkaan di pasar,” kata Sae.
Sektor perikanan juga dalam posisi relatif stabil dengan total stok ikan tangkap dan budidaya lebih dari 63 ton. Meski harga ikan layang sempat terdampak cuaca dan musim, kini berada di kisaran Rp48 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.
Tak hanya pangan, pengawasan juga menyasar komoditas energi rumah tangga. Pemkot melakukan inspeksi mendadak (sidak) metrologi terhadap tabung elpiji 3 kilogram dan 5 kilogram guna memastikan kesesuaian volume serta mencegah praktik penimbunan.
“Kita ingin semua berjalan sesuai aturan. Tidak boleh ada permainan takaran maupun distribusi,” tegasnya.
Sementara itu, Bulog Kantor Cabang Samarinda memastikan stok beras dan kebutuhan pokok lainnya mencukupi untuk beberapa bulan ke depan. Beras medium tersedia 7.650 ton, beras premium 233 ton, minyak goreng 13.764 ton, serta gula pasir 42 ton. Sebanyak 20 ton beras SPHP telah disalurkan melalui titik-titik GPM untuk menjaga stabilitas harga.
Bagi Pemkot, menjaga stabilitas harga di tengah Ramadan bukan sekadar menjaga angka inflasi tetap landai, melainkan memastikan masyarakat dapat menjalani ibadah dengan tenang tanpa dibayangi gejolak harga.
“Kita ingin Ramadan ini berjalan tenang. Harga terkendali, stok aman, dan masyarakat tidak terbebani. Itu komitmen kita,” pungkas Sae. (Nit)



