DLH Kutim Siapkan Konsep Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu hingga Hilir

Gemanusantara.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tengah mematangkan konsep pengelolaan sampah terintegrasi yang mencakup pengelolaan di hulu, tengah, dan hilir. Konsep ini menjadi arah besar kebijakan daerah untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Pejabat Pengawas Lapangan DLH Kutim, Dewi Dahi, mengatakan bahwa konsep tersebut kini memasuki tahap penyusunan dan penguatan program.
“Untuk saat ini kita masih dalam proses konsep, yaitu pengelolaan hulu, tengah, dan hilir,” jelasnya.
Pada bagian hulu, DLH telah memprogramkan pendampingan intensif kepada 20 RT binaan agar mampu mengelola sampah domestik secara mandiri di tingkat rumah tangga. Pendampingan ini ditargetkan membuat 20 RT tersebut benar-benar “settle” dalam pengelolaan limbah.
“Sementara di bagian tengah, Kutim telah memiliki TPS 3R di belakang Pasar Induk, namun belum optimal digunakan,” jelasnya.
Ke depan, fasilitas tersebut akan ditingkatkan menjadi organik center yang fokus mengolah sampah organik mengacu pada data bahwa sekitar 60 persen sampah Kutim adalah sampah organik.
Konsep pengolahan organik akan ditopang tiga model, cacing, maggot, dan kompos. Dengan optimalisasi ini, pemerintah menargetkan pengurangan 60–70 persen sampah yang masuk ke TPA, sehingga TPA hanya menerima residu maksimal 30 persen. (Adv/ma)



