SDN 007 Samarinda Ulu Rancang AI Khusus Edukasi, Konten untuk Siswa Bakal Dibatasi

Gemanusantara.com – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai dirancang untuk mendukung pembelajaran siswa di SDN 007 Samarinda Ulu. Teknologi tersebut direncanakan menjadi bagian dari pengembangan aplikasi sekolah dengan akses yang dibatasi khusus pada konten edukasi yang sesuai bagi anak-anak.
Kepala SDN 007 Samarinda Ulu, Sri Mulyati, mengatakan rencana tersebut merupakan pengembangan lanjutan dari aplikasi SIP 007 yang saat ini telah digunakan sekolah. Pihaknya berharap mendapat dukungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda untuk meningkatkan kemampuan sistem tersebut.
“Saya ingin aplikasi kami nanti ada AI, tetapi tetap dibatasi untuk anak-anak dan khusus konten edukasi,” jelas Sri Mulyati, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, SIP 007 saat ini telah mengintegrasikan sejumlah kebutuhan sekolah dalam satu aplikasi. Fitur yang tersedia meliputi informasi visi dan misi sekolah, absensi siswa hingga perpustakaan digital yang dapat digunakan untuk mengakses buku-buku karya warga sekolah.
Pemanfaatan teknologi juga diterapkan untuk memantau aktivitas literasi siswa. Setiap kunjungan ke perpustakaan dapat dicatat menggunakan QR code yang dipindai ketika siswa masuk dan keluar. Data tersebut kemudian secara otomatis masuk ke spreadsheet yang dapat dipantau pustakawan.
Pengembangan teknologi tersebut berjalan beriringan dengan upaya sekolah membangun budaya literasi. Sejak 2023, SDN 007 Samarinda Ulu secara konsisten menerbitkan karya guru dan siswa. Sebanyak 18 buku diterbitkan pada 2023, disusul 12 buku pada 2024 serta masing-masing delapan buku pada 2025 dan 2026.
“Kami mem-branding sekolah sebagai sekolah pusat literasi. Literasi dan numerasi merupakan hal yang harus terus kita gerakkan,” ujarnya.
Program tersebut turut diperkuat melalui Gerakan Literasi Sekolahku (Gelasku) serta Perpustakaan Cahaya Ilmu yang telah terakreditasi nasional. Perpustakaan sekolah itu juga pernah meraih juara pertama tingkat Kota Samarinda dan juara keempat tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Sri mengatakan komunikasi dengan Pemerintah Kota Samarinda dan Diskominfo telah dilakukan terkait pengembangan SIP 007. Dukungan teknologi diharapkan memungkinkan inovasi tersebut dikembangkan lebih jauh sekaligus membuka peluang penerapan sistem serupa di sekolah lainnya.
“Harapannya inovasi sekolah ini bukan hanya 007 yang punya, tetapi bisa direplikasi oleh sekolah-sekolah lain,” tuturnya.
Rencana menghadirkan AI khusus edukasi tersebut diharapkan menjadi tahap berikutnya dalam transformasi digital SDN 007 Samarinda Ulu. Pengembangannya tetap diarahkan untuk mendukung literasi dan pembelajaran dengan memperhatikan kesesuaian akses teknologi bagi siswa sekolah dasar. (sal)



